Perkebunan Teh Kayu Aro Kerinci: Jejak Kolonial di Swarnabhumi

Pegunungan Kerinci tampak memagari hijaunya kebun. Awan-awan putih berarak menuju peraduan. Cahaya matahari terlihat malu-malu, mengintip di balik tirai pagi. Kebun Teh Kayu Aro yang terletak di Kabupaten Kerinci ini semakin ramai didatangi para pemetik teh. Mereka mengenakan caping berwarna-warni dan dengan sigapnya memetik daun-daun teh yang masih muda sebelum matahari bergerak meninggi. Teh-teh itu nantinya diolah secara konvensional, sehingga menghasilkan cita rasa teh yang melegenda. Teh hitam Kayu Aro nyatanya mampu menjadi primadona sejak dahulu kala. Terbukti, Ratu Inggris dan Ratu Belanda menjadi penikmat setianya selepas teh ini dikirim ke Eropa.

Sejarah Perkebunan Teh Kayu Aro

Pada 1920 silam, sebuah lahan yang cukup luas dibuka oleh Pemerintah Kolonial Belanda untuk ditanami teh-teh hitam berkualitas. Adalah Namblodse Venotschaaf Handle Vereniging Amsterdam (NV HVA) yang kemudian memproduksi teh dan mendistribusikannya ke Eropa. Di bawah pengelolaan perusahaan bentukan kolonial ini, Kebun Teh Kayu Aro berkembang dan senantiasa menghasilkan kualitas teh yang mendunia, hingga kemudian pengelolaan jatuh ke tangan PT Perkebunan Nusantara VI (PTPN VI) pada tahun 1959 bersamaan dengan dihapuskannya sistem pemerintahan kolonial di Nusantara. Namun siapa sangka, bahwa jejak-jejak kolonialisme masih tersisa di sudut-sudut Kayu Aro, termasuk bangunan-bangunan tua bergaya indies dan cita rasa teh artodox yang tak lekang oleh waktu.

Perkebunan Teh Kayu Aro dikenal sebagai perkebunan teh tertua di Tanah Air. Selain tertua, kawasan hijau seluas dua ribu lima ratus hektar (2500 ha) ini menjadi perkebunan teh terluas dan tertinggi kedua di dunia setelah Perkebunan Teh Darjeeling yang ada di Himalaya, India. Terletak di ketinggian seribu enam ratus meter di atas permukaan laut (1600 mdpl) membuat udara sejuk menyelimuti perkebunan teh ini. Hamparan pohon teh yang hijau selalu bisa disaksikan sepanjang tahun dan menjadi daya pikat tersendiri baginya. Karena, sepanjang mata memandang, pengunjung akan disuguhi panorama yang ciamik dan menyegarkan pikiran.

 

Atraksi yang Bisa Dinikmati di Kebun Teh Kayu Aro

View this post on Instagram

Hening. . . #hidatephotography#hidate_studio#Kerinci#kerincimountain3805mdpl#kerincitop#infokerinci#kayuaro#tehkayuaro

A post shared by Wawan Irawan (@wawan_hidate) on

Wisatawan yang datang dapat mencoba paket wisata yang ditawarkan pengelola. Salah satunya adalah sensasi memetik teh bersama para pekerja. Pengunjung dapat bercengkrama dengan para pekerja, diselingi canda tawa dan berbagi kisah yang hangat seputar tanah melayu. Tidak sulit menemukan destinasi wisata ini. Pengunjung dapat bertolak dari Kota Jambi menuju Kabupaten Kerinci, atau mengambil garis start dari kota Padang yang lebih dekat dengan lokasi. Wisatawan yang berangkat dari Padang juga bisa menggunakan bus Padang-Sungai Penuh dengan menempuh jarak tiga ratus kilometer. Perjalanan membutuhkan waktu sekitar 6-7 jam melewati Muara Labuh dan Taman Hutan Raya. Waktu ini lebih singkat dibandingkan perjalanan yang bertolak dari Jambi yang akan menempuh waktu sekitar 10 jam melalui jalur darat.

Wisatawan akan dibuat takjub selama menikmati perjalanan menuju lokasi. Apabila melintasi jalur Padang-Kayu Aro, disarankan untuk memelankan laju kendaraan, karena akan menemui indahnya panorama Danau Kembar dengan gradasi biru kehijauan yang dapat dinikmati dari kejauhan. Sebelum sampai di lokasi Perkebunan Teh, pengunjung juga akan disuguhi aneka kebun sayur mayur, pahatan alam Gunung Talang dan jajaran pohon cemara yang menjulang tinggi. Namun, pengunjung harus tetap berhati-hati terlebih saat melewati jalan yang berkelok-kelok. Jalanan ini hanya cukup dilewati dua kendaraan dari arah berlawanan. Terlebih, sering terjadi longsor, pohon tumbang dan tidak ada besi pengaman tepat di pinggir lembah.

 

Menyajikan Nuansa yang Magis

https://www.instagram.com/p/Bzjzcq2geYu/?utm_source=ig_web_copy_link

Mengunjungi Perkebunan Teh Kayu Aro tak lengkap rasanya tanpa menyusuri lorong sejarah kebun teh tertua ini. Di sekitar area perkebunan, terdapat bangunan pabrik, rumah pegawai administrasi (yang kini ditempati oleh manajer dan staf), bangunan klub (gedung serbaguna), hingga poliklinik peninggalan Belanda. Penanaman pertama teh di perkebunan ini dimulai pada tahun 1923, dan pabrik dibuka di tahun 1925. Aneka cerita dan dongeng seputar kehidupan di masa kolonial menguap di beberapa sudut di perkebunan teh ini. Salah satunya adalah kisah mengenai kebiasaan dari pegawai administrasi yang pada jaman dahulu bertugas sebagai pengawas para pekerja. Sang administratur selalu menganjurkan para karyawan untuk berjudi setelah menerima gaji, sehingga mereka nantinya bisa memberi pinjaman kepada karyawan. Hal ini membuat para karyawan enggan kembali ke Jawa, karena terlilit hutang akibat strategi licik dari pemerintah kolonial ini.

Magnet Perkebunan Teh Kayu Aro rasa-rasanya tak pernah mati. Bangunan-bangunan tua yang bercokol di sekitarnya seolah mampu menembus dimensi waktu, sekaligus menggugah kembali ingatan yang pernah terukir di Swarnabhumi. Tak lupa, harumnya teh hitam Kayu Aro turut menjadi saksi, bahwa perkebunan teh ini pernah mendulang kejayaan dan menembus pasaran rempah di Benua Biru puluhan tahun silam.

 

Penulis: Fitria Yusrifa

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password