Serunya Jelajah Lorong Waktu Bersama Kereta Ambarawa

Jelajah Lorong Waktu di Museum Kereta Api Ambarawa

Ohayo.co.id – Derit suara roda lokomotif yang bergesekkan dengan rel bergerigi menggema di sepanjang jalur kereta Ambarawa-Tuntang. Dengan kecepatan maksimal 20 km/jam, lokomotif tua berseri D 30124 buatan pabrik Fried Krupp, Jerman itu, berulang kali mengeluarkan kepulan asap tebal hasil pembakaran kayu di muka gerbong. Lokomotif ini membawa serta tiga gerbong kereta wisata melintasi lorong waktu yang panjang. Gunung Telomoyo, Kelir dan Merbabu menyapa dari kejauhan. Tak berselang lama, setelah menerabas tirai-tirai bambu dan pepohonan yang menjulang tinggi, penumpang akan disambut oleh permukaan danau Rawa Pening yang tenang.

Jendela gerbong yang tidak terhalang kaca membuat penumpang dapat bersentuhan langsung dengan angin sore Ambarawa. Sajian lawas nan berkelas ini hanya bisa didapatkan oleh pengunjung Museum Kereta Api Ambarawa tiap akhir pekan dengan tiga kloter keberangkatan. Dibukanya kembali jalur kereta api Ambarawa-Tuntang dan Ambarawa-Bedono beberapa tahun silam setidaknya menjadi angin segar bagi pecinta kereta api dan penikmat setia wisata sejarah di Indonesia.

Jelajah Lorong Waktu di Museum Kereta Api Ambarawa

Jelajah Lorong Waktu di Museum Kereta Api Ambarawa 1

Mengunjungi Museum Kereta Api Ambarawa selain disuguhi aneka koleksi langka kereta-kereta yang pernah beroperasi di Indonesia, pengunjung juga dapat memesan tiket perjalanan kereta wisata pada akhir pekan. Untuk sekali perjalanan pp wisata reguler dipatok tarif Rp.50.000,00/orang. Loket dibuka pukul 08.00 dan pengunjung dapat memilih kloter keberangkatan yang diinginkan sejak loket dibuka.

Kereta wisata ini juga tersedia bagi instansi yang ingin menciptakan momen perjalanan bersama kolega atau rekan sekantor di akhir pekan, dengan tarif sewa sebesar 10 juta rupiah untuk satu gerbong; 12,5 juta rupiah untuk dua gerbong; dan 15 juta rupiah untuk tiga gerbong. Reservasi dapat dilakukan jauh-jauh hari dengan datang langsung ke kantor PT KAI DAOP IV Semarang di Jalan MH Thamrin Nomor 3, Sekayu, Semarang, dengan membawa uang muka 10-20 persen.

Bagi Anda yang tertarik dengan dunia perkeretaapian, mengunjungi Museum Kereta Api Ambarawa pasti menjadi pengalaman berkesan. Nah, tepat di bagian belakang gerbong, terukir penjelasan mengenai deskripsi lokomotif wisata tersebut. Pada bagian penjelasan disebutkan bahwa gerbong menggunakan rem manual atau rem tangan dengan roda atau gir yang diberi oli secara manual. Gerbong tersebut juga memiliki panjang 6 meter, berat 8,2 ton dan total muatan 2,5 ton.

Jelajah Lorong Waktu di Museum Kereta Api Ambarawa 2

Keadaan medan yang menurun dan menanjak membuat kereta ini tidak bisa melalui jalur kereta api biasa, melainkan rel bergerigi yang sudah ada sejak jaman penjajahan. Sebelum dibuka kembali untuk perjalanan kereta wisata, rel tersebut pernah mengalami perbaikan di beberapa lokasi karena adanya kerusakan dan perawatan yang kurang maksimal. Sensasi menaiki kereta api uap di rel bergerigi yang menanjak tentu akan mengukir kesan tersendiri dalam pengalaman hidup pengunjung.

Menarik, bukan? Semarang memang menjadi salah satu kota yang paling banyak menyajikan warisan kolonial, sehingga sangat tepat bagi para penjelajah wisata sejarah. Nah, bagi Anda yang ingin mencicipi sensasi berwisata super terjangkau menuju Semarang, tidak ada salahnya melabuhkan pilihan pada via.com. Situs via.id menyediakan beragam penawaran lengkap seputar akomodasi perjalanan wisata, mulai dari tiket kereta api, pesawat, hotel, hingga paket wisata. Tunggu apalagi, yuk segera rancang liburan berkesan Anda hanya bersama via.com.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password