Menyantap Roti Satu Abad dan Semangkuk Kecil Es Krim di Toko Legendaris

Menyantap Roti Satu Abad dan Semangkuk Kecil Es Krim di Toko Legendaris - Ohayo.co.id

Ohayo.co.id – Kami berdua sepakat mengambil waktu libur untuk mengunjungi Purwokerto. Aku ingat pernah berjanji membelikannya sebuah roti yang cuma bisa ditemukan di kota tersebut. Jadi, ya, perjalanan ini jadi semacam ikhtiar menepati janji.

Lagipula, kebetulan dia baru saja selesai mengikuti ujian tugas akhir di kampusnya. Sebungkus roti mungkin bisa jadi hadiah paling manis untuk perjuangannya selama lima tahun sampai akhirnya berhasil lulus ujian tugas akhir.

Kenapa mesti capek-capek ke Purwokerto hanya untuk membelikan roti? Bukannya roti ada dimana-mana?

Toko roti satu abad di Indonesia

Bagian dalam toko roti Go
Toko roti ini berdiri sejak 1898. (Foto: Ohayo Indonesia)

Ya, kamu benar. Roti ada dimana-mana, tapi toko roti yang usianya lebih dari 100 tahun barangkali cuma ada di Purwokerto. Kalau kebetulan berkunjung ke kota yang sama, coba ketikkan kata kunci ‘Roti Go’ di Google Search.

Setelahnya layar gawai milikmu akan menunjukkan arah menuju ‘Toko Roti Go’ di daftar pertama laman pencarian Google. Toko roti tersebut terletak di Jalan Jenderal Sudirman, Kauman Lama, Purwokerto Wetan.

Lokasi toko yang berada di salah satu jalan protokol di Kota Purwokerto sekilas membuatnya tampak sebagai toko roti biasa. Maksudnya, siapa sih yang menyangka bakal ada satu toko roti yang sudah berdiri selama satu abad disana?

Bangunan toko – dengan arsitektur khas toko Tionghoa peninggalan zaman kolonial – memang tak sedikitpun menampakkan tanda-tanda sudah berusia lebih dari 100 tahun. Lagipula rimbun pepohonan yang ditanam di trotoar depan toko menghalangi wujud fisik bangunan tersebut.

Paling-paling plang merah bertuliskan ‘Roti Go’ jadi satu-satunya penanda paling menonjol yang mudah diperhatikan pejalan kaki dari luar. Warna merahnya kontras dengan warna cat bangunan toko dan warna-warna lain di sekitarnya.

Cerita tentang dibukanya Toko Roti Go dimulai sejak 1898 ketika pasangan suami istri Go Kwe Ka dan Oei Pak Ke Nio membuka toko roti yang namanya diambil dari nama depan si suami. Kalau dihitung-hitung sampai sekarang, usia toko roti ini sudah mencapai 145 tahun.

Dulu toko Roti Go punya beberapa pengecer roti keliling, kemudian hanya tersisa satu saja. Tetapi sekarang keadaannya berbeda.

“Sudah nggak ada yang keliling, mas. Sudah pada tua-tua. Nggak kuat keliling dagang roti lagi,” terang salah satu pegawai yang menjaga toko roti tersebut.

Baca juga : 7 Kuliner di Surabaya yang Melegenda Paling Enak dan Mantap

Sebagai gantinya, ketika toko ditutup sore hari, sebuah gerobak roti ditarik keluar toko untuk melayani pelanggan yang ingin memakan roti legendaris itu namun tak sempat membelinya di jam buka toko.

Ada rasa takjub mendengar ada toko roti berusia lebih dari satu abad, dan masih bertahan sampai sekarang di tengah gempuran makanan sejenis yang diproses dengan cara lebih modern.

Walau tidak punya kesempatan memasuki dapur pembuatan rotinya, konon proses pembuatan roti di toko tersebut masih sepenuhnya tradisional. Adonan roti diolah sepenuhnya menggunakan tangan dan dipanggang dengan cara tradisional.

“Biasanya jam delapan pagi adonan roti tradisionalnya sudah jadi, tinggal dijual ke pelanggan,” pegawai toko roti itu menambahkan.

Mungkin karena tak mau mengubah rasa, pemilik toko Roti Go – yang sekarang sudah dipegang generasi ketiga keluarga Go Kwe Ka – memilih metode pembuatan roti tradisional untuk menunjukkan keotentikan rasa aslinya.

Roti Go manis tradisional
Sudah pernah nyoba makan roti manis dan es krim? (Foto: Ohayo Indonesia)

Bukan sekali dua kali ada yang bilang kalau roti tradisional khas Roti Go gampang membuat kenyang. Rotinya yang terasa sangat padat namun lembut agaknya jadi faktor yang menjelaskan kenapa roti tradisional yang dijual disana gampang mengenyangkan perut.

Wujud rotinya sendiri sebetulnya biasa saja. Sekadar roti manis yang tidak ada tambahan isi sama sekali. Bentuknya sama sekali tidak menggugah selera. Tidak ada gimik apapun, walau disana kamu masih bisa membeli roti dengan isian keju, coklat, dan lain sebagainya.

Roti manis tradisional yang dijual di Roti Go dihargai Rp3500 per bijinya.

“Lebih enak kalau dimakan pakai es krim Brasil loh, mas,” kata penjaga toko roti yang melayaniku. Dia mengatakan itu sembari menunjuk boks pendingin es krim di ruangan lain di toko yang sama.

Karena penasaran aku membeli es krimnya juga. Kemasan cup-nya tidak seperti kebanyakan produk es krim modern. Tidak ada nama brand di sisi lingkar cup-nya; dan tidak ada informasi lainnya yang terpampang disana.

Baca juga : 5 Kuliner Legendaris di Jakarta yang Masih Menjadi Primadona

“Kalau sama roti, coba es krimnya dioleskan ke atas roti, terus dimakan,” si penjaga menambahkan tips makan Roti Go. Diluar dugaan, rasa rotinya jadi lebih enak.

Roti manisnya kusobek, lalu aku mengambil es krim di dalam cup kecil, kemudian mengoleskannya ke bagian dalam roti yang terlihat putih. Dinginnya es krim Brasil yang berpadu dengan manisnya roti sedikit membuat gigi ngilu, namun lidahku menerima paduan rasa itu dengan baik.

“Enak nih, beneran deh. Gini cara makannya,” kataku kepada temanku sembari memeragakan cara menikmati Roti Go bersama es krim.

Manisnya roti tradisional yang dikombinasikan dengan es krim strawberry terasa menyenangkan untuk disantap di siang yang terasa panas. Hari itu Purwokerto memang belum disiram hujan selama empat hari; jadi udara terasa gerah.

Aku menghabiskan dua roti manis dan satu cup kecil es krim Brasil. Setelahnya perutku terasa penuh, walau rasanya mulut ini masih pengin menyantap satu roti lagi. Jadilah aku membeli dua roti manis tambahan untuk dibawa pulang.

Baca juga : Gudeg Yu Djum, Penjual Gudeg Paling Legendaris di Jogja

Siang itu toko Roti Go tidak terlalu ramai, dan memang sepertinya tidak pernah ramai sesak. Selama sekitar sejam berada disana, kuhitung ada empat sampai lima pembeli roti yang usianya mungkin sudah 40-an. Mereka inilah para pelanggan setia Roti Go yang kepengin membawa pulang oleh-oleh roti untuk keluarganya.

Di dalam ruangan toko roti yang terlihat klasik dan bersih, tersaji kudapan tradisional yang masih mempertahankan cara-cara tradisional untuk menjaga rasa. Pencinta roti rasanya perlu kesana untuk merayakan rasa sekaligus menjaga warisan sejarah Indonesia yang kaya.

Dalam 145 tahun sejarah Toko Roti Go, rasanya bangunan toko dan roti manisnya juga sudah jadi bagian sah dari sejarah Purwokerto itu sendiri.

(Ohayo.co.id – Foods)
Penulis: M. Hadid
Editor: M. Hadid

Toko Roti Go berdiri sejak 1898 di Purwokerto. Kini sudah berusia 145 tahun.

0 Comments

    Leave a Comment

    Login

    Welcome! Login in to your account

    Remember me Lost your password?

    Lost Password