Lawan Keterbatasan, Ini 4 Tokoh Terkenal Dunia Penyandang Down Syndrome

Tokoh Terkenal Dunia Penyandang Down Syndrome

Ohayo.co.idDown Syndrome merupakan kelainan kromosom yang terjadi sejak janin. Kelainan ini berdampak pada keterlambatan perkembangan fisik dan mental sejak balita. Banyak yang menganggap penyandang down syndrome adalah suatu beban karena kekurangan yang dimilikinya itu. Tak sedikit pula yang menjadi sasaran bullying di masyarakat. Padahal sejatinya, dengan pengarahan yang tepat serta ketekunan dalam merawat penyandang down syndrome, mereka juga dapat hidup mandiri sama seperti orang pada umumnya. Seperti keempat tokoh terkenal dunia penyandang down syndrome ini. Kehidupannya yang inspiratif tentu akan menggugah kesadaran kita mengenai sisi lain perjuangan mereka melawan keterbatasan.

Tokoh Terkenal Dunia Penyandang Down Syndrome

Tim Harris, Pemilik Tim’s Place

Tokoh Terkenal Dunia Penyandang Down Syndrome - Tim Harris, Pemilik Tim's Place

Meski memiliki keterbatasan fisik dan mental, Tim Harris justru berhasil menorehkan prestasi di dunia bisnis (Foto: Laman Instagram Tim’s Place)

Mungkin bagi kebanyakan orang, menjadi penyandang down syndrome berarti tidak akan pernah mencapai apapun dalam hidupnya. Namun, hal ini tidak berlaku untuk Tim Harris. Dia tidak pernah berfikir bahwa apa yang terjadi pada dirinya merupakan suatu kekurangan.

Justru sebaliknya, dengan apa yang dia miliki serta dukungan dari orang-orang terdekatnya, ia berhasil mewujudkan impiannya. Dibantu oleh orang tuanya pada tahun 2010, Tim Harris mendirikan restoran impiannya yang diberi nama Tim’s Place.

Dia merupakan satu-satunya penyandang down syndrome yang memiliki restoran sendiri di Amerika Serikat. Selain menyajikan hidangan sarapan dan makan siang, restoran ini juga menawarkan pelukan sebagai bentuk penerapan #CintaTanpaBatas bagi sesama manusia. Maka dari itulah restoran miliknya menjadi restoran paling bersahabat di Amerika. Wah, istimewa sekali, bukan?

Stephanie Handojo, atlet renang berprestasi penyandang down syndrome dari Indonesia

Stephanie Handojo

Dukungan orangtua membangkitkan semangat Stephanie untuk menorehkan prestasi di bidang olahraga (Foto: Laman Twitter resmi Stephani Handojo)

Menjadi penyandang tunagrahita tidak lantas membuat Stephanie Handojo berkecil hati. Sebaliknya dengan dukungan orang tua, perempuan kelahiran tahun 1992 ini berhasil meraih prestasi di dunia olahraga yaitu renang. Pada awalnya Stephanie mengikuti les renang untuk melatih motoriknya, namun siapa sangka justru itulah yang menjadikan nama Stephanie dikenal luas.

Berbagai prestasi yang ia raih seperti menjadi peraih emas di Special Olympic World Summer Games di Yunani pada tahun 2011; pemegang obor pada Olimpiade London pada tahun 2012; Duta Penyampai Pesan Inklusi dan Respek pada anak tunagrahita dalam International Global Messenger (IGM), serta mendapat penghargaan sebagai Atlet Berprestasi Nasional tahun 2017 dari Kemenpora RI.

Selain berprestasi di bidang olahraga, Stephanie juga mencatatkan namanya dalam rekor MURI sebagai penyandang down syndrome pertama yang memainkan 22 lagu tanpa henti menggunakan piano.

Pablo Pineda, sang aktor cerdas dan berbakat

Pablo Pineda

Selain menjadi aktor yang cukup populer, Pablo juga merupakan kaum cendekiawan di Eropa (Foto: Laman resmi Watch and Think)

Penyandang down syndrome berprestasi selanjutnya adalah Pablo Pineda. Dia merupakan aktor berkebangsaan Spanyol. Dia menerima penghargaan Silver Shell Awards di Festival Film Internasional 2009 San Sebastian untuk penampilannya dalam film Yo Tambien. Selain sebagai aktor, dia juga merupakan penyandang down syndrome Eropa pertama yang mendapatkan gelar universitas.

Sukses membintangi film yang terinspirasi dari kehidupannya, membuat namanya makin dikenal. Meskipun dia dikenal sebagai aktor, namun dia tidak ingin melanjutkan karier sebagai aktor. Sebaliknya, dia justru ingin mengabdikan dirinya sebagai pengajar.

Angela Bachiller, lawan keterbatasan dengan menduduki posisi sebagai anggota dewan

Angela Bachiller

Angela Bachiller membuktikan bahwa keterbatasan tidak boleh menghalangi langkah untuk menjabat sebagai anggota dewan (Foto: Laman resmi elnortedecastilla)

Sebagai orang awam, kita mungkin berfikir bahwa penyandang tunagrahita tidak dapat mengerjakan pekerjaannya dengan baik. Bahkan, melakukan hal kecil yang sederhana pun mereka mungkin mengalami kesulitan. Namun hal ini berbeda bagi Angela Bachiller. Wanita berkebangsaan Spanyol ini merupakan wanita penyandang down syndrome pertama yang menjadi anggota dewan kota Spanyol untuk Valladolid. Sebelumnya dia bekerja sebagai asisten administrasi si Valladolid City Hall selama dua setengah tahun.

Nah, itulah keempat tokoh dunia terkenal penyandang down syndrome yang kisah hidupnya bisa menjadi inspirasi bagi kita. Perbedaan sejatinya bukan alasan untuk enggan hidup bersama orang lain dan melakukan pekerjaan yang sama. Keempat tokoh dunia di atas menjadi tauladan untuk penerimaan diri dan penyebaran energi dari #CintaTanpaBatas. Yuk rangkul orang-orang spesial di sekitarmu dan berikan dukungan sebesar-besarnya agar mereka juga mampu menorehkan prestasi terbaik di bidangnya!

0 Comments

    Leave a Comment

    Login

    Welcome! Login in to your account

    Remember me Lost your password?

    Lost Password