Kisah Inspiratif dan 3 Pesan Sukses dari Chef Juna

Kisah Inspiratif dan Pesan Sukses dari Chef Juna

Ohayo.co.id – Berdiri tegak dengan tangan berpangku di depan, dagu diangkat sedikit disertai kritik pedas merupakan beberapa karakteristik Chef Juna yang paling mudah diingat. Terlebih saat ini popularitasnya kembali mencuat karena menjadi juri MasterChef Indonesia kembali setelah beberapa periode absen di ajang pencarian bakat memasak ini.

Banyak orang melihatnya tidak hanya sebagai koki andal berkelas internasional tetapi juga banyak yang terpesona dengan sosoknya sebagai selebritis. Sudah barang tentu kaum sosialita mah bakal klepek-klepek melihat ketampanan pria yang cekatan menangani masalah dapur ini.

Di balik semua popularitasnya saat ini, ternyata banyak lika-liku perjalanan hidupnya yang menarik untuk disimak. Pria dengan nama lengkap Junior Rorimpandey asal Manado ini sebelumnya mengaku pernah menjadi seorang siswa yang bandel, bukan maksud ngegosip ya. Hal tersebut memang dikatakan sendiri olehnya di salah satu acara talkshow saluran televisi ternama di Indonesia.

Masa Remaja Chef Juna

Masa Remaja Chef Juna
Foto: picswe.com

Usia sweet seventeen-nya ternyata tidak semanis seperti istilah itu sendiri. Seorang Juna remaja pernah membentuk sebuah geng yang cukup besar dengan iringan moge bersama teman-temannya. Saat itu gengnya diberi nama Bad’ Bones. Memang tak ada cerita yang terbilang kriminal dari gengnya tersebut, hanya saja ia sering kali iring-iringan dengan Harley Davidson kemanapun yang ia ingin semasa masih duduk di bangku SMA.

Pria kelahiran 20 Juli 1975 ini memang menempa masa muda yang cukup keras dan di luar kebiasaan anak-anak rumahan. Bayangkan saja, di usia remajanya ia pernah diculik, dianiaya, dan nyaris menemui ajal. Tatonya sendiri tidaklah dibuat sekarang-sekarang untuk merayakan kesuksesannya, melainkan ketika ia berusia 15 tahun.

Pasca usia SMA berlalu, ia sempat menempuh perguruan tinggi dengan konsentrasi perminyakan sekitar tiga tahun lebih. Ia menceritakan sendiri bahwa kuliahnya tidak selesai karena dirinya terlalu bandel.

Meski demikian, Juna muda belum menyerah dengan keadaan dirinya yang sulit mengendalikan darah mudanya itu. Pada tahun 1997, ia memutuskan untuk menjadi seorang yang lebih baik. I mencoba memulai kehidupan baru di luar negeri dengan bekal alakadarnya hasil penjualan motor kesayangannya. Siapa sangka, ternyata di Brownsville, Texas, Amerika Serikat, Juna muda berhasil menyelesaikan sekolah penerbangan alias lulus menjadi seorang pilot.

Ternyata kisahnya belum usai, mengingat menjadi seorang pilot profesional harus menempuh level selanjutnya dengan lisensi khusus. Maka Juna muda berniat menjalani tahap tersebut untuk mendapatkan lisensi komersil menjadi seorang pilot profesional.

Sayangnya, saat itu Indonesia sedang dilanda krisis moneter yang terjadi tahun 1998, berakibat pada pembiayaan kuliah Juna muda yang harus terhenti. Ia pun harus bertahan hidup sendirian di negeri perantauan.

Titik Balik Kehidupan Chef Juna

Titik Balik Kehidupan Chef Juna
Foto: en.brilio.net

Gelar “Chef”-nya saat ini sebetulnya ia dapatkan tanpa perencanaan sebelumnya. Ia sendiri yang menceritakan bahwa dirinya hanya berusaha bertahan hidup tanpa memikirkan passion dalam pekerjaannya saat itu. Kebetulan saat itu pekerjaan yang ia dapatkan adalah menjadi seorang pelayan restoran Jepang yang ada di negeri Paman Sam itu. Melihat ketekunan dan kedisiplinan seorang Juna muda, salah satu kepala koki di sana tertarik dengan sosok karyawan asal Indonesia itu.

Kemudian Master Sushi di restoran bernama Miyako itu menawarkan Juna muda suatu pelatihan khusus untuk menjadi koki yang berkualitas, khususnya belajar tentang cara-cara menghidangkan masakan Jepang. Sebagai kekaguman pihak restoran padanya, ia juga dibantu untuk mendapatkan hak administratif kependudukan Amerika Serikat secara permanen. Mengingat awalnya, ia bekerja berstatus karyawan ilegal karena keresidenannya yang belum resmi.

Menakjubkannya, hanya dalam kurun waktu kurang dari empat tahun tepatnya tahun 2002 koki yang terkenal beringas ini berhasil menduduki posisi kepala koki di restoran tempatnya belajar. Bukan menggeser posisi sang guru, tetapi memang saat itu Master Sushi di tempatnya bekerja telah pindah ke restoran lain. Sehingga, tanpa perlu waktu lama pihak restoran mengangkat Juna muda sebagai chef utama di sana.

Lonjakan prestasinya masih berlanjut ketika pindah ke restoran sushi nomor wahid, Uptown Sushi di Houston. Pada tempat kerja barunya, ia langsung menduduki posisi penting sebagai kepala koki eksekutif.

Chef Juna Tak Bosan Belajar Hal Baru tentang Masakan

Chef Juna tak pernah bosan belajar memasak
Foto: tribunnews.com

Seolah begitu menikmati dunia dapur dan selalu ingin mendalami pengalaman lebih, Chef Juna memutuskan untuk pindah ke dapur restoran lain meskipun telah memiliki posisi penting di tempat ia bekerja sebelumnya. Ia mencoba mencari tempat lain yang sekiranya bisa memberi pengetahuan baru dan resep masakan yang belum ia kenal sebelumnya. Akhirnya, ia memutuskan untuk pindah ke French Laundry, meski namanya mengandung kata “laundry” tentu saja bukan tempat jasa cuci pakaian, masa iya Chef Juna melamar jadi tukang laundry. French Laundry tersebut merupakan nama salah satu restoran terkenal dengan hidangan Prancis berstandar tinggi.

Di tempat bekerjanya yang baru tersebut, koki bertato ini harus belajar lagi dari awal mengenai resep dan cara menghidangkan masakan. Namun, justru inilah yang menjawab kejenuhannya selama bertahun-tahun menghidangkan masakan Jepang di restoran tempat ia bekerja sebelumnya.

Masalah kerja keras, bukan lagi suatu hal yang baru bagi Chef Juna. Ia pun secara bertahap mulai memahami cara menghidangkan berbagai masakan Prancis. Paling tidak ada tiga rumus masakan Prancis harus dikuasainya yaitu enak, bergizi dan plating yang cantik.

Setelah kurang lebih dua belas tahun ia menimba pengalaman di luar negeri, khususnya sebagai koki andal. Akhirnya, ia memutuskan untuk mengambil cuti beberapa bulan untuk pulang dan mengobati rasa rindu pada tanah kelahirannya. Seperti terpesona dengan keindahan nusantara dan berbagai macam kulinernya, ia memutuskan untuk mengembangkan bakatnya di Indonesia. Ditambah ide temannya untuk membuka restoran bertaraf internasional di Indonesia membuat tekadnya semakin mantap.

Tak heran apabila komentarnya sangat pedas pada peserta ajang pencarian bakat memasak MasterChef Indonesia yang sering disebut-sebut terbesar di dunia ini. Apabila Anda sering menonton acaranya, pasti pernah mendengar salah satu komentar Chef Juna saat mengomentari hidangan yang disajikan salah satu pesertanya, “Kamu punya sendok gak di rumah? Kamu pakek itu sendok buat ngerok lidah kamu, biar kamu tahu mana rasa makanan yang bener!” Kira-kira begitu bunyi komentarnya.

Ketegasannya saat berkomentar di acara tersebut tak lepas dari pelatihannya sebagai koki andal di luar negeri. Khususnya ketika ia bekerja di restoran makanan ala Prancis, mengingat di sana hal sekecil apapun mengenai kekecewaan pengunjung restoran akan selalu dikaitkan dengan pekerja dapur.

3 Pesan Sukses dari Chef Juna

Pesan sukses Chef Juna juri MasterChef Indonesia
Foto: Saluran Youtube TerUpdate MNC

Seringnya diundang pada beberapa acara talkshow mencerminkan bahwa koki ahli masakan Jepang dan Prancis ini memiliki perjalanan yang inspiratif untuk dipublikasi pada masyarakat luas. Berikut ini beberapa pesan sukses dari Chef Juna ketika menghadiri beberapa talkshow.

1. Jangan Mengabaikan Kesempatan demi Passion

“Ah, ini bukan passion saya.” Mungkin kalimat ini sering kali diucapkan orang ketika menolak suatu pekerjaan. Padahal tidak selalu bekerja di luar passion itu membosankan, hal ini telah dibuktikan oleh Chef yang pernah menginjakkan kakinya di gunung Himalaya ini. Bagaimana tidak, ia berangkat dari seorang penggemar moge, sekolah perminyakan dan penerbangan. Ketika ia mendapatkan kesempatan untuk belajar dari seorang koki ahli di tempat bekerjanya, maka ia langsung mengambil kesempatan emas itu tanpa pikir panjang.

Baca juga: 15 Cara Menjadi Diri Sendiri dengan Takaran yang Jelas

2. Komitmen dan Kerja Keras setelah Mengambil Kesempatan

Ketika diwawancarai oleh pembawa acara di salah satu talkshow televisi, Chef Juna mengatakan, “Saat itu, saya berpikir kesempatan yang ada harus diambil dengan usaha maksimal agar tidak sia-sia waktu saya ada di negeri orang.” Kira-kira seperti itu perkataannya.

Bekerja di dapur bukan berarti bisa jauh dari bahaya, Chef Juna pernah mengalami kecelakaan dapur ketika ia mengambil blender tangan. Dua jarinya cedera mengakibatkan ia harus dilarikan ke rumah sakit, dengan identitasnya yang masih belum resmi saat itu ia belum mendapatkan asuransi. Sedangkan biaya pengobatan cukup mahal, sehingga ia memilih untuk pulang tanpa membeli obat pain killer.

Baca juga: Mau Kaya? Baca 7 Buku Biografi Orang Sukses yang Inspiratif Ini

3. Tidak Melupakan Tanah Air

Kepulangan Chef Juna seolah memberi pesan kepada siapapun yang pernah mengenyam pendidikan tinggi di luar negeri agar tidak lupa untuk berkarya di negerinya sendiri. Meskipun ia pernah gagal membangun restoran bernama Correlatte yang hanya berjalan satu tahun, ia membuktikan dirinya tetap eksis dengan kemampuannya sebagai koki andal yang masih dibutuhkan ajang MasterChef Indonesia seperti sekarang ini.

Setelah membaca sekelumit perjalanan Chef Juna, semoga menjadi energi semangat baru bagi Anda yang membacanya. Kesuksesan seseorang memang terlihat mudah karena menyaksikannya dari ‘halaman rumahnya’ saja, padahal di belakang terdapat berbagai perjalanan yang tidak bisa dikatakan enteng. Mungkin merasa bosan mendengar kalimat pepatah “kerja keras tak akan mengkhianati hasil”, tetapi itulah kalimat terbaiknya.

Featured image: idntimes.com

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password