Pasar Triwindu : Jelajah Lorong Masa di Pusat Belanja Barang Antik

Aneka barang antik terpajang di teras-teras ruko sebuah pasar. Lampu-lampu gantung dengan ukiran estetis yang berusia puluhan tahun tampak nanar menatap bergulirnya roda waktu. Tidak ada perbincangan berarti yang terdengar, selain riuh dan decak kagum atas nuansa jadul yang dihadirkannya. Aneka koleksi tempo dulu itu terdiam membisu di sudut waktu. Beberapa penjual terlihat bersemangat memperkenalkan kecantikan barang-barang antik itu pada pengunjung yang datang, dan sesekali mereka berseru, “Boleh ditawar bila berkenan!”.

Orang-orang Solo menyebut bangunan tua itu sebagai Pasar Triwindu. Aroma barang-barang waktu yang telah lolos dari putaran sejarah masih tercium lamat-lamat di koridor pasar ini. Pasar Triwindu yang juga dikenal dengan sebutan ‘Pasar Windujenar’ itu berdiri sejak 1939. Di usianya yang tak lagi muda, pasar itu banyak bergulat dengan peristiwa-peristiwa penting yang tak terlupakan.

Pasar ini didirikan untuk meramaikan acara naik tahta Adipati Sri Mangkunegara VII yang ke-24 atau genap berusia tiga windu (24 tahun). Dahulu, tanah pasar berada di bawah kuasa dan kepemilikan Pura Mangkunegaran yang selanjutnya dialihkan kepada Pemerintah Kota Surakarta. Pada tahun 2011, pasar ini dibuka dan diresmikan oleh Walikota Surakarta, Ir.Joko Widodo, yang kini menjabat sebagai Presiden RI ke-tujuh. Sejak diresmikan, pasar ini berubah nama menjadi Pasar Windujenar. Sejak saat itu pula, pasar ini resmi menjadi pusat barang kuno dan antik di Kota Solo.

Pasar Triwindu terletak di kawasan budaya Ngarsopuro, yang berada tepat di seberang Pura Mangkunegara. Pasar ini buka setiap hari pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Bentuk bangunan pasar berupa joglo, dengan kayu sebagai bahan penyusun utama bangunannya. Ada setidaknya 257 kios yang terdapat di dua lantai pasar barang antik ini. Pengunjung dapat memilih dan melihat-lihat aneka koleksi barang antik di lantai satu. Sedangkan bagi pengunjung yang ingin membeli onderdil bekas, dapat beranjak menuju lantai dua pasar ini.

 

Meskipun telah berusia lebih dari separuh abad, pasar ini rupanya telah dipoles sedemikian rupa hingga sangat nyaman untuk dijelajahi. Berbagai fasilitas penunjang telah tersedia, seperti kantin, kantor pengelola, mushola, toilet, tempat bongkar muat barang, dan tentu lahan parkir untuk pengunjung. Aneka benda kuno yang dapat ditemukan di pasar ini, antara lain gramafon, alat dapur, koin kuno, kain batik, uang kuno, pusaka, radio, perkakas rumah tangga, lampu kaca hingga poster dan buku jadul! Bagi penikmat barang antik, tentu pasar ini menjadi surga yang tak bisa dilewatkan saat berkunjung ke Surakarta, bukan?

Pasar ini kerap dikunjungi kolektor barang antik, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Keuntungan yang diraup oleh para pedagang dan pemilik kios pun sangat besar, mengingat mahal dan berharganya barang-barang antik, kuno dan langka tersebut. Namun, tidak semua barang-barang antik yang dijual merupakan barang-barang asli. Beberapa di antaranya merupakan barang tiruan. Pembeli disarankan untuk menanyakan terlebih dahulu mengenai kualitas barang yang akan dibeli kepada penjualnya. Bahkan, apabila beruntung, pembeli dapat membawa pulang barang antik pilihannya dengan setengah harga. Beberapa pedagang pun masih menerapkan prinsip barter, selama kedua belah pihak cocok dan sepakat.

View this post on Instagram

Hoby koleksi barang antik??? Di sini juaranyaa…😄 Buat yg suka fotography di sini cocok buat hunting Tempat ini termasuk icon nya kota Solo Sudah bisa tebak? Yup…PASAR TRIWINDU!!!! . . Menurut sejarah pasar ini berdiri sejak 1939 dan nama Triwindu berasal dari peristiwa ulang tahun Tahta Mangkunegaran ke VII, Tri artinya 3 dan Windu artinya 8 lalu angka 3 dan 8 berarti 24 yang diartikan sebagai Triwindu. Dahulu tanah pasar merupakan milik Mangkunegaran kemudian beralih menjadi milik pemerintah kota. Nahh begitu asal usulnya gaes 😆 . . #sejarahsolo #kotasolo #pasar #pasartriwindu #solohits #soloberseri #surakartakita #surakarta #exploresolo #photography #instagram #instagood #instago #like4like #love #antik #barangantik

A post shared by KELILING SOLO 🎊 (@keliling_solo) on

Keramahan warga Solo akan terasa di pasar barang antik ini. Selain itu, berbagai barang-barang langka yang diperjualbelikan di pasar ini akan menciptakan kesan tersendiri bagi pengunjung. Harga yang terjangkau juga bisa menjadi alasan mengapa dalam sekali waktu, para wisatawan yang mampir ke kota Solo wajib mampir ke pasar barang antik ini. Tentu, dengan melihat gurat-gurat sejarah dan keunikan dari barang-barang itu, wisatawan akan mengukir cerita baru dalam hidupnya.

Pasar Triwindu terletak di Jalan Diponegoro, Keprabon, Kota Surakarta. Pengunjung yang bertolak dari Semarang akan menghabiskan waktu sekitar 2-3 jam untuk sampai di pasar ini. Namun, semua lelah ini akan terbayar lunas saat tiba di lokasi dan menikmati hamparan barang-barang antik yang terpajang di ruko-ruko pasar. Para pemilik kios yang rata-rata merupakan warga Solo akan menyambut wisatawan dengan keramahan, terlebih bagi yang ingin menggali banyak informasi terkait koleksi barang antik di pasar legendaris ini.

 

Penulis : Fitria Yusrifa

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password