Jelajah Bukit Kaba Bengkulu, Bukit Eksotis nan Misterius

Bukit Kaba merupakan salah satu destinasi wisata menarik di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu. Bukit ini menyuguhkan panorama alam yang fantastis dan sayang untuk dilewatkan. Memiliki ketinggian seribu sembilan ratus lima puluh dua meter di atas permukaan air laut (1.952 mdpl), membuat destinasi wisata ini dapat dijangkau oleh pendaki pemula. Di Bukit Kaba ini, pengunjung dapat menikmati hutan hujan tropis yang tergolong masih alami, karena kawasan ini juga difungsikan sebagai cagar alam untuk perlindungan bunga Raflesia.

Puncak bukit Kaba menjadi salah satu destinasi terfavorit para pendaki, juga wisatawan. Tepat di puncak, bertengger dua buah kawah yang masing-masing berwarna hijau dan putih kecoklatan. Pendaki atau pengunjung yang ingin mencapai puncak dapat melalui dua jalur, yakni jalur pertama yang menyuguhkan pemandangan hutan lebat yang dipenuhi semak belukar dengan jurang di kanan kirinya. Sedangkan jalur kedua merupakan jalanan beraspal. Waktu tempuh berkisar dua hingga tiga jam perjalanan.

Provinsi Bengkulu memang hanya memiliki dua buah gunung. Bukit Kaba adalah salah satunya. Sedangkan gunung lainnya adalah Bukit Daun. Dari kedua gunung tersebut, Bukit Kaba lah yang lebih populer karena ketinggiannya yang tidak seberapa dan sangat ramah bagi pemula. Selain itu, Bukit Kaba termasuk ke dalam kawasan Taman Wisata Alam dengan luas wilayah 13.940 ha. Sehingga pengunjung dan pendaki bisa mencapai puncak sambil menikmati sajian alam khas Bengkulu ini.

Bukit Kaba terletak di Desa Sumber Urip, Kecamatan Selupuh Rejang, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu. Jika wisatawan bertolak dari Kota Bengkulu, bisa menggunakan angkutan umum tujuan Kota Curup yang dapat ditemui di Terminal Panorama dengan ongkos sekitar Rp.20.000,00. Sesampainya di Terminal Kota Curup, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan kembali dengan menaiki angkutan desa tujuan Desa Sumber Bening dan berhenti di persimpangan jalan Bukit Kaba. Wisatawan hanya perlu merogoh kocek Rp.7.000,00 untuk dapat sampai ke tempat ini, dengan waktu tempuh perjalanan sekitar satu jam.

Persimpangan jalan Bukit Kaba ini merupakan salah satu area yang tepat untuk dapat sampai ke tujuan. Wisatawan dapat menggunakan beberapa alternatif moda transportasi menuju Posko Kelompok Sadar Wisata Bukit Kaba. Tersedia angkutan desa mulai pukul 08.00 – 16.00 yang dipatok tarif Rp.5.000,00 atau dapat juga menaiki ojek dengan ongkos Rp.15.000,00. Apabila melebihi jam tersebut, angkutan dapat dipastikan sudah tidak dapat beroperasi lagi dan mau tak mau wisatawan harus berjalan kaki sejauh delapan kilometer.

 

 

Setelah tiba di posko Pokdarwis, wisatawan dapat bermalam terlebih dahulu atau langsung memulai pendakian. Sebelum mendaki, wisatawan terlebih dahulu membayar retribusi sebesar Rp.2.500,00 per orang yang harus dibayar di pos Pokdarwis. Pengunjung juga dapat menyewa ojek yang disediakan oleh pengelola dengan ongkos Rp.80.000,00 untuk naik turun bukit. Setidaknya, berkunjung dan mendaki di Bukit Kaba ini dapat menjadi salah satu alternatif bagi wisatawan yang tetap ingin bersantai sembari mencicipi kegiatan luar ruangan. Tersaji tiga ratus tujuh anak tangga yang akan membantu para pengunjung sampai di puncak bukit.

Ladang perkebunan milik warga menjadi sajian yang pertama kali dinikmati saat meninggalkan lokasi basecamp menuju puncak bukit. Sepanjang perjalanan, mata akan dimanjakan dengan kesegaran alam khas belantara Bengkulu. Meski kondisi jalur sangat terjal, namun semuanya akan terbayar dengan suasana alam yang eksotis. Apabila cukup beruntung, pengunjung bisa melihat siamang yang menjadi fauna khas Bukit Kaba. Tidak perlu takut, Siamang ini tidak akan mengganggu para pengunjung.

Setelah melakoni perjalanan yang cukup melelahkan, pengunjung akan menikmati kepulan asap dari dua kawah Bukit Kaba. Sebenarnya, ada satu kawah lagi yang bertengger di puncak bukit, namun karena kawah tersebut sudha mati, sehingga tidak bisa mengeluarkan asap. Terdapat pagar-pagar sebagai pembatas untuk menjaga pengunjung agar tidak jatuh ke dalam kawah. Hadirnya sesajen dan buah-buahan pada beberapa sisi kawah membuktikan bahwa tempat ini dinilai sangat magis dan sakral. Masyarakat pun masih mempercayai tempat ini sebagai tempat untuk menghaturkan do’a. Jadi, bagi pengunjung yang ingin memadumadankan wisata alam dengan budaya, berkunjung ke Bukit Kaba adalah pilihan terbaik. Tertarik pergi ke sana akhir pekan ini?

 

Penulis: Fitria Yusrifa

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password