Seperti Apa Ya Imlek Orang Tionghua Di Indonesia

Seperti Apa Ya Imlek Orang Tionghua Di Indonesia - Ohayo.co.id

Ohayo.co.id – Tidak terasa waktu berjalan dengan cepat, begitu juga dengan perayaan imlek yang sebentar lagi akan tiba. Apakah kamu pernah bertanya-tanya dari mana asal-usul kata “Imlek”? Jika ya, mungkin penjelasan berikut bisa mengubah rasa keingintahuan tadi menjadi tambahan wawasan.

Sebenarnya kata “Imlek” ini diambil dari bahasa Hokien dan hanya digunakan oleh orang Indonesia. Sedangkan kalau dari Tiongkok sendiri, mereka menyebut imlek sebagai “Guo Nian” atau “Xin Nian”. Lantas, bagaimana orang Tionghua-Indonesia menyebutkan kata “Imlek”? Kali ini yang akan dibahas adalah dalam bahasa Tiochiu ya.

Kata “Imlek” dalam bahasa Tiochiu ada tiga, yaitu “Kuei Ni”, “Jia Gue”, dan “Xin Jia”. Biasanya orang Tiochiu lebih sering menggunakan kata “Kuei Ni” dan “Jia Gue”. Namun, ketiga-tiga kata tersebut memiliki arti yang sama, yaitu “Imlek”.

Mungkin sebagian besar pasti sering mendengar bahwa perayaan imlek ini adalah hari rayanya umat beragama Buddha dan Konghucu. Apakah itu benar? Tentu saja tidak ya. Dari bahasa Inggrisnya saja sudah jelas, yaitu Chinese New Year. Jadi, perayaan imlek adalah pesta rakyatnya orang Tionghua yang sudah menjadi kebudayaan dan dirayakan setiap setahun sekali.

Meskipun memang pada saat imlek banyak umat bergama Buddha dan Konghucu ke tempat peribadatan masing-masing, bukan berarti imlek adalah hari raya baik bagi umat beragama Buddha maupun Konghucu ya. Ok langsung saja kita kupas apa saja sih kegiatan yang dilakukan orang Tionghua ketika hari raya Imlek tiba.

Seperti Apa Ya Imlek Orang Tionghua Di Indonesia

1. Membersihkan dan membereskan rumah

Ketika menjelang imlek, orang Tionghua akan mulai membersihkan dan membereskan rumah beserta isinya. Dipercaya bahwa membersihkan rumah pada saat imlek akan membuang keberuntungan dan rezeki yang diberikan oleh “Chai Sen” atau “God of Fortune”. Oleh karena itu, orang Tionghua tidak akan melakukan kegiatan bersih-bersih pada saat imlek.

Seperti Apa Ya Imlek Orang Tionghua Di Indonesia

2. Mendekorasi rumah dengan warna merah

Bisa dikatakan kalau dekorasi nuansa imlek sangat kental dengan warna merah. Apakah kamu setuju? Sebenarnya ada cerita dibalik itu loh! Legenda berkata bahwa dahulu terdapat raksasa pemakan manusia dari pegunungan atau dasar laut yang muncul di akhir musim dingin untuk memakan hasil panen, ternak, dan penduduk desa.

Oleh karena itu, para penduduk desa menaruh makanan di depan pintu mereka sebagai upaya perlindungan diri karena raksasa tersebut akan memakan makanan yang sudah disiapkan, sehingga tidak menyerang para penduduk maupun mencuri ternak dan hasil panen.

Kemudian raksasa tersebut sempat bertemu dengan anak kecil yang mengenakan pakaian berwarna merah dan lari ketakutan. Semenjak itulah, para penduduk akan menggantungkan lentera dan gulungan kertas merah di jendela dan pintu setiap tahun baru.

Mereka juga menggunakan kembang api untuk menakuti raksasa tersebut. Pengusiran raksasa inilah yang kemudian berkembang menjadi perayaan imlek. Selain itu, warna merah dipercaya melambangkan kekuatan, kesejahteraan dan pembawa hoki.

Jadi, tidak heran ya kenapa dekorasi rumah orang Tionghua kental dengan warna merah. Biasanya orang Tionghua juga akan mencat ulang rumah mereka seperti pagar, pintu dan lain sebagainya.

Baca juga : Hangatnya 8 Makanan Khas Imlek yang Cuma Ada Setahun Sekali

3. Membeli pakaian dan sepatu baru

Kebanyakan orang Tionghua akan membeli pakaian dan sepatu baru untuk dipakai pada saat imlek. Meskipun begitu, bukan berarti harus membeli pakaian dan sepatu baru sampai satu lemari ya.

Memakai pakaian dan sepatu yang baru pada saat imlek sebenarnya bukan suatu kewajiban karena ini merupakan tradisi turun temurun yang sudah ada pada zaman Dinasti Song. Hanya saja, dengan memakai pakaian yang baru pada saat imlek apalagi hari pertama (Chiu Ek) akan memberikan kesan jiwa yang baru dan tampil modis di depan banyak orang.

Cap Sa Meh dan Imlek orang Tionghua - Seperti Apa Ya Imlek Orang Tionghua Di Indonesia

4. Makan malam Sa Cap Meh

Nah, ini termasuk salah satu momen yang paling ditunggu karena malam sebelum imlek akan selalu dirayakan dengan makan malam bersama. Momen seperti inilah orang-orang Tionghua akan berkumpul dengan keluarga mereka untuk makan malam bersama dan merasakan hangatnya kebersamaan.

Makanan yang disajikan pun beragam. Namun, ada beberapa makanan yang dilarang untuk disajikan pada saat Sa Cap Meh, yaitu bubur dan tahu putih karena dikatakan bubur dan tahu putih melambangkan kemiskinan dan duka.

Imlek orang Tionghua - Seperti Apa Ya Imlek Orang Tionghua Di Indonesia

5. Bermain petasan dan kembang api

Setelah makan malam bersama, biasanya orang-orang Tionghua akan menunggu sampai tengah malam untuk menyaksikan ataupun menyalakan kembang api. Besok harinya, yaitu hari pertama imlek (Chiu Ek) orang-orang Tionghua akan menyalakan petasan.

Menyalakan kembang api dan petasan memang dilakukan untuk memeriahkan perayaan imlek yang hanya setahun sekali. Tujuan lainnya adalah untuk mengusir nasib-nasib buruk supaya tahun baru saat ini lebih baik dan lebih bahagia.

Baca juga : Makna Filosofis Lampu Lampion Imlek yang Wajib Anda Tahu

6. Mengunjungi sanak saudara di kampung

Mengunjugi sanak saudara pada saat imlek memang adalah hal wajib karena untuk mempererat hubungan persaudaraan serta bisa berkumpul dengan keluarga lainnya. Tidak hanya rumah saudara saja yang dikunjungi, tetapi bisa juga rumah teman. Orang Tionghua menyebut ini sebagai “Paicia” yang artinya berkunjung ke rumah orang pada saat imlek.

Pada umumnya, hari pertama imlek (Chiu Ek) lebih banyak digunakan untuk berkunjung ke rumah saudara dan keluarga lainnya, sedangkan berkunjung ke rumah teman lebih banyak dilakukan pada hari ketiga atau hari keempat imlek.

Cap Go Meh yang dirayakan pada Imlek orang Tionghua - Seperti Apa Ya Imlek Orang Tionghua Di Indonesia

7. Memberikan angpao

Amplop merah alias angpao ini termasuk yang paling-paling ditunggu ketika merayakan imlek. Benar kan? Nah, biasanya angpao ini baru bisa didapatkan kalau sudah mengunjungi rumah (Pai Cia), tetapi bisa juga tanpa mengunjungi rumah misalnya saudara yang tinggalnya jauh atau di luar negeri, maka kita cukup mengucapkan selamat tahun baru imlek dan kadang mereka akan menitip angpao ke kerabat yang daerah tinggalnya sama dengan kita.

Kemudian orangtua biasa akan memberikan angpao kepada anak-anaknya di hari pertama imlek juga. Pemberian angpao tidak bisa dilakukan oleh semua orang Tionghoa karena ada ketentuan hanya yang sudah menikah saja baru boleh memberikan Angpao.

Dalam memberikan angpao, uang yang ada di dalam angpao tidak boleh diisi dengan angka yang mengandung empat karena dalam bahasa mandarin, angka empat terdengar seperti kata mati. Selain itu, uang di dalam angpao juga tidak boleh mengandung angka ganjil.

Baca juga : Inspirasi Fashion untuk Kamu Kenakan di Perayaan Imlek

8. Keluar rumah merayakan Cap Go Meh

Perayaan imlek dilakukan sampai hari ke-15. Hari terakhir dalam perayaan imlek ini dikenal dengan “Cap Go Meh”. Pada saat Cap Go Meh ini akan dimeriahkan dengan Tarian Barongsai dan Liong (naga) serta tidak lupa juga kembang api dan petasan.

Demikian gambaran dan penjelasan secara umum seperti apa imlek orang Tionghoa di Indonesia. Meskipun ada berbagai daerah di Indonesia yang mungkin dalam merayakan imleknya ada yang tidak disebutkan di atas, tetapi secara umum memang kegiatan dan kebiasaan yang sudah disebutkan di atas pasti dilakukan, baik ketika menyambut maupun pada saat imlek berlangsung.

Selamat merayakan Imlek, semoga kita semua berbahagia dan beruntung sepanjang tahun.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password