Ini 6 Hal Yang Akan Terjadi Kalau Pengangguran Digaji

Hal Yang Akan Terjadi Kalau Pengangguran Digaji

Ohayo.co.id – Tahun politik memang selalu menimbulkan suasana hangat ketika banyak issue yang diangkat. Seperti yang kita tahu, Indonesia akan menggelar pemilu serentak di 17 April 2019. Ada banyak perdebatan yang terjadi di luar sana. Terlepas dari kamu pendukung capres cawapres 01 atau capres cawapres 02, sebagai milenial yang berbangsa dan bernegara Indonesia pasti menginginkan negara ini jadi lebih baik, bukan? Sampailah kita pada visi misi para paslon serta program-program yang dimilikinya. Namun, muncul dari paslon 01 yakni Jokowi – Amin yang kabarnya akan mengeluarkan kartu Pra Kerja, kartu yang bisa memberi gaji untuk para pengangguran.

Sebelumnya, ada beberapa negara lain yang memberlakukan penggajian pengangguran di negara mereka. Seperti misalnya Arab Saudi, Finlandia, Swedia dan Irlandia. Lantas benarkah Indonesia mampu menggaji pengangguran yang jumlahnya tidak sedikit? Apabila kartu pra kerja diberlakukan, tentu ada konsekuensi dan pertimbangan yang terjadi.

Hal Yang Akan Terjadi Kalau Pengangguran Digaji

Hal Yang Akan Terjadi Kalau Pengangguran Digaji

1. Gaji untuk Pengangguran Akan Banjir Kritik

Gaji untuk pengangguran? Kalimat ini memang terasa mengganggu untuk mereka para pekerja keras. Tetapi bisa menjadi bantuan untuk mereka yang tak memiliki pekerjaan. Kalau nanti paslon 01 ini terpilih lagi bukan tidak mungkin untuk merealisasikan gaji untuk pengangguran. Disinilah para pihak oposisi yang akan mengkritik habis-habisan. Sebab, jumlah pengangguran di Indonesia selalu menjadi PR besar untuk tiap presiden yang memimpin di masanya. Adanya gaji untuk pengangguran menuai kritik dari banyak pihak karena dinilai akan membebani keuangan negara.

2. Kemampuan Fiskal Indonesia

Seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa kritik muncul karena gaji tersebut akan membebani keuangan negara. Secara logika, kamu tentu tahu bahwa menggaji banyaknya pengangguran di Indonesia bukan hal yang mudah terutama dari segi keuangan. Tetapi pemerintah harus benar-benar memastikan bagaimana kemampuan fiskal negara agar bisa memberi insentif pada warganya yang belum mendapatkan kerja. Sekarang ini masih ada program strategis yang kurang dari segi pendanaan tetapi melihat adanya proker tentang kartu pra kerja ini. Kepastian fiskal negara kemungkinan terganggu atau tidak harus dipertimbangkan.

Baca juga : 4 Hal yang Harus Anda Persiapkan Untuk Menghadapi Samudera Kehidupan di Dunia Nyata Paska Kuliah

3. Penjelasan Detail

Pemilu serentak ini merupakan pesta demokrasi bagi masyarakat Indonesia. Mereka berhak untuk menentukan pemilih yang amanah dan memperhatikan rakyatnya dengan betul. Untuk meyakinkan para pemilih bahwa paslon tersebut mampu memimpin negara dibutuhkan penjelasan. Termasuk tentang benarkah kartu pra kerja ini bisa direalisasikan? Yang perlu kamu tahu bahwa program ini ternyata diperuntukkan bagi tamatan SMA sederajat, korban PHK dan para penganggur muda. Kartu diberikan kepada mereka yang bisa mengakses pelatihan ke BLK selama 12 bulan. Nantinya selama mengikuti pelatihan tersebut mereka akan digaji di luar tanggungan tempat tinggal dan konsumsi sehari-hari.

Hal Yang Akan Terjadi Kalau Pengangguran Digaji

4. Kesiapan Industri Didesak

Pengangguran digaji bukan tanpa konsekuensi. Salah satunya adalah kesiapan industri yang akan didesak habis-habisan. Sebelum mereka bekerja pastinya dari pihak industri menyiapkan sebuah posisi dan lowongan bagi mereka. Jika tidak diimbangi dari industri yang juga berkembang, masalah baru akan muncul. Lowongan pekerjaan dari dalam negeri tidak ada tetapi terus menerus digaji. Terbayang apa yang akan terjadi?

Baca juga : Tips Mengelola Keuangan yang Benar Agar Gaji Tak Cepat Habis

5. Gaji untuk Pengangguran akan Menimbulkan Kecemburuan Sosial

Jelas bahwa kecemburuan sosial akan terjadi apabila pengangguran digaji. Bayangkan ketika seorang pekerja keras untuk mendapatkan gaji tidak memperdulikan sakit dan usianya, tetapi pengangguran mendapatkan nominal uang dari negara. Kebijakan ini akan menimbulkan kecemburuan sosial dari banyak pihak. Terutama mereka yang bekerja tetapi penghasilan tetap pas-pasan sementara mereka yang menganggur mendapatkan uang tanpa berusaha. Polemik yang dikhawatirkan muncul di tengah masyarakat nanti.

6. Kondisi Kritis Masalah Keuangan Negara

Lagi-lagi pengangguran digaji mau tak mau memang berhubungan dengan uang negara. Hal yang akan terjadi tak lain ketika masalah keuangan negara yang terus membengkak. Belum tentang keuangan dari BPJS yang masih bermasalah dan masalah lainnya menyangkut uang. Bukan tidak mungkin hutang negara semakin besar. Sekali lagi, pengangguran di Indonesia juga tidak hanya 1 2 saja. Penggajian juga tidak diberikan satu-dua kali saja. Membutuhkan anggaran yang cukup besar, kan?

Sebuah kebijakan yang menuai pro dan kontra itu sudah pasti. Tetapi satu yang pasti adalah kebijakan yang baik untuk rakyat haruslah dipertimbangkan pada bagian sedetail mungkin. Tidak hanya untuk satu dua hari tetapi juga dampak ke depannya seperti apa. Kalau pengangguran digaji oleh pemerintah, sekilas kita akan mendengar sebuah kebaikan. Tetapi benarkan Indonesia mampu dengan jumlah pengangguran yang sebegitu banyaknya?

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password