Gaya Hidup Slow Fashion Bisa Menyelamatkan Dunia, Ini Buktinya!

Gaya Hidup Slow Fashion Bisa Menyelamatkan Dunia - Ohayo.co.id

Ohayo.co.id – Pernahkah kamu membayangkan bahwa pakaian yang kini kamu kenakan telah mengalami proses yang panjang dalam pembuatannya? Proses ini melibatkan banyak pihak, terutama para pekerja atau buruh yang ditindas hampir setiap hari. Tidak hanya itu, pencemaran lingkungan pun menjadi fenomena yang hadir sepaket dengan proses terciptanya pakaian. Mengingat bumi yang semakin renta, tentu kamu tidak ingin terlibat dalam kerusakan lingkungan seperti ini lagi, bukan?

Beberapa pegiat fashion pun mulai mencari jalan tengah untuk bisa mendamaikan kebutuhan akan fashion dan aksi penyelamatan lingkungan serta kesejahteraan buruh. Adalah seorang Kate Fletcher yang mulai mengumandangkan gema slow fashion sebagai antithesis dari fast fashion pada 2007 silam. Gaya hidup slow fashion pun mulai diterima oleh masyarakat luas karena ide-ide brilian yang diusungnya, terutama soal isu kesadaran lingkungan, pembangunan berkelanjutan, dan kesejahteraan sosial.

Tak urung, gaya hidup slow fashion dianggap bisa menyelamatkan dunia. Mengapa demikian? Mari kita ulik satu per satu bukti bahwa gaya hidup slow fashion bisa menyelamatkan dunia.

Gaya Hidup Slow Fashion Bisa Menyelamatkan Dunia, Ini Buktinya!

Berbeda dengan industri pakaian ready to wear yang berkonsep fast fashion, gaya hidup slow fashion lebih mengedepankan aspek ramah lingkungan

Gaya Hidup Slow Fashion Bisa Menyelamatkan Dunia 1

Hadirnya limbah tentu tidak sepaket dengan munculnya industri tekstil tidak ramah lingkungan (Foto: Unsplash)

Isu pencemaran lingkungan menjadi fokus perhatian berbagai kalangan. Tak terkecuali para pegiat fashion yang mengeruk keuntungan dari bisnisnya selama ini. Bisnis itu sepenuhnya ditopang dari sumber daya alam yang bertebaran di muka bumi. Tentu bukan hal naif apabila orang-orang penting dari kalangan industri pakaian berkonsep fast fashion harus bertanggungjawab pada isu kerusakan lingkungan akibat limbah industri mereka.

Baca juga : Ingin Tampil Fresh dan Sporty? Yuk Intip Inspirasi Fashion ala Jokowi ini

Perlu diketahui bahwa industri tekstil masuk ke dalam 10 besar industri dunia yang menggunakan dan mencemari air. Berdasarkan data dari Boston Consulting Group, pada 2015 silam, industri mode menghabiskan 79 miliar meter kubik air, melepaskan 1,715 juta ton CO2 serta yang paling mencengangkan, industri ini menghasilkan 92 juta ton sampah! Angka yang cukup fantastis sekaligus ironis. Bahkan, untuk pembuatan setengah kilogram benang, industri tekstil membutuhkan kurang lebih 50 liter air!

Nah, efek lanjutan dari fast fashion dapat kita lihat pada produksinya yang berjangka. Bayangkan saja setiap tiga atau empat bulan sekali, mereka akan berganti mode. Limbah tekstil pun tidak bisa dibendung. Belum lagi, kualitas pakaian dari industri berkonsep fast fashion cukup rendah. Sehingga tidak sayang untuk dibuang meski dibanderol dengan harga selangit.

Gaya Hidup Slow Fashion Bisa Menyelamatkan Dunia 2

Fast fashion memproduksi pakaian yang nyaris serupa, namun menghadirkan ancaman yang besar bagi faktor lingkungan (Foto: Unsplash)

Berbeda halnya dengan slow fashion yang menghadirkan konsep baru, meliputi pemakaian pakaian yang lebih lama, ketahanan yang lebih baik, kualitas lebih tinggi, produksi yang lebih beretika, serta yang paling penting, ramah lingkungan! Para pegiat slow fashion tidak mengedepankan aspek produksi dan semata memanen keuntungan dari industri tekstil. Konsep slow fashion juga pantang menggunakan bahan-bahan material dari alam, seperti bulu binatang.

Baju yang kamu kenakan adalah buah tangan pekerja yang diperas habis-habisan di industri berkonsep fast fashion, berbeda halnya dengan slow fashion yang mengedepankan kesejahteraan pekerja

Gaya Hidup Slow Fashion Bisa Menyelamatkan Dunia 3

Siapa sangka, pakaian yang kini kita kenakan melibatkan ratusan pekerja murah yang ditindas setiap harinya (Foto: Unsplash)

Satu fakta yang harus kamu pahami adalah industri tekstil berkonsep fast fashion nyaris memeras tenaga pekerjanya habis-habisan. Mereka didatangkan dari negara berkembang yang berupah murah, seperti Kamboja, India, Bangladesh, dan Indonesia. Hal ini tidak luput dari target untuk memenuhi pasokan busana setiap gerainya di berbagai belahan dunia. Mereka juga berlomba mencari pekerja dengan upah terendah agar bisa memanen untung sebanyak-banyaknya.

Ironisnya, para pekerja ini hampir tidak memiliki jaminan keselamatan, jam kerja yang manusiawi dan upah yang layak. Slow fashion tentu hadir sebagai penyelamat dunia. Kuantitas bukan prioritas. Industri slow fashion mengedepankan komitmen dalam menciptakan praktik kerja yang sehat, terutama untuk para pekerja serta daya tahan produk yang bisa dipertanggungjawabkan.

Gaya Hidup Slow Fashion Bisa Menyelamatkan Dunia 4

Menekan gaya hidup yang gemar berbelanja setidaknya juga bisa membuat hidupmu sendiri terselamatkan (Foto: Unsplash)

Baca juga : Industri Clothing Skala Kecil dan Gerakan Slow Fashion

Salah satu produsen industri mode yang memulai langkah inovatif melalui slow fashion adalah Zady. Brand ini berada di bawah asuhan Soraya Darabi dan Maxine Bedat. Zady memberikan jaminan bahwa setiap produk yang mereka pasarkan adalah produk ramah lingkungan dan ramah pekerja. Pakaian yang diproduksi pun memiliki ketahanan yang tinggi, sehingga tidak akan cepat berakhir di tong sampah.

Industri mode memang mustahil sama sekali tidak memproduksi limbah. Namun, setidaknya jumlah tersebut dapat ditekan demi terjaganya kondisi lingkungan dan kesejahteraan pekerja. Slow fashion tentu memiliki kesadaran yang tinggi dalam menciptakan atmosfer tersebut, terlebih mereka memang berangkat dari keprihatinan yang besar dalam menyikapi isu lingkungan dan SDM.

Gaya Hidup Slow Fashion Bisa Menyelamatkan Dunia 5

Zady, sebagai brand mode yang giat menggalakkan konsep slow fashion ramah lingkungan dan pekerja, patut dicontoh (Foto: HeartSlevves)

Nah, setelah menyimak ulasan di atas, tentu kamu tidak perlu lagi ragu dalam mengenakan pakaian yang berkonsep slow fashion. Meski dibanderol dengan harga yang lebih tinggi, namun setidaknya kamu sudah turut andil dalam misi penyelamatan lingkungan serta meningkatkan kesejahteraan pekerja dari berbagai negara berkembang. Yuk ciptakan iklim yang kondusif bagi bumi kita tercinta dengan menggalakkan gaya hidup slow fashion!

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password