Ekowisata Bandar Bakau Dumai, Jelajah Alam Sarat Pesan Edukasi

Ekowisata Bandar Bakau Dumai, Jelajah Alam Sarat Pesan Edukasi

Ohayo.co.id – Kawasan Ekowisata Bandar Bakau Dumai berdiri di atas lahan seluas kurang lebih tiga puluh satu hektar. Berlokasi tidak jauh dari pusat kota membuat kawasan ekowisata ini ramai dikunjungi wisatawan, baik yang merupakan peneliti mancanegara maupun warga sekitar Bandar Bakau Dumai. Selama ini memang, Dumai dikenal sebagai kota pelabuhan terbesar di Riau. Selain karena letaknya yang persis di tepian Malaka, Dumai juga memiliki potensi bahari yang beraneka ragam. Tak heran apabila kota ini mengusung jargon “Pengantin Berseri yang Sehat”, sebagai bentuk representasi dari kualitas wilayah maritimnya yang mendunia.

Sekilas tak ada yang berbeda dari kondisi hutan bakau di Dumai, apabila dibandingkan dengan hutan-hutan bakau di wilayah lainnya. Namun siapa sangka, hutan bakau ini menjadi monumen perjuangan masyarakat Dumai dalam mempertahankan kualitas alam bahari mereka. Beberapa dasawarsa silam, kawasan ini rencananya diperuntukkan bagi perluasan pelabuhan Pelindo Dumai.

Adalah seorang aktivis lingkungan, Darwis Moh Saleh bersama teman-teman yang menentang keras rencana pembangunan ini karena dikhawatirkan akan semakin merusak alam pesisir di kota maritim ini. Perlu diketahui bahwa kawasan ini dahulu sempat mengalami kerusakan yang luar biasa parah dan dikhawatirkan akan tergerus abrasi pada beberapa tahun mendatang. Hal itu lah yang menggerakkan nurani Darwis dan rekan-rekan Pecinta Alam Bahari (PAB) untuk lantang menyerukan penolakan terhadap perluasan pelabuhan Pelindo Dumai di kawasan ini.

Tepat di tahun 2000, Darwis mulai gencar merangkul masyarakat untuk bersama-sama menanam mangrove. Beberapa penyuluhan dilakukannya demi membangun kesadaran dan kecintaan masyarakat terhadap keberlangsungan ekosistem di sekitarnya. Kini, Darwis menuai hasil dari jerih payahnya melindungi kawasan konservasi bakau ini. Kawasan ini akhirnya dibuka untuk umum, terutama bagi peneliti yang ingin memperluas khazanah pengetahuan mengenai bakau. Bahkan, selain agrowisata bakau, terdapat pula Sekolah Alam Bandar Bakau yang memiliki visi penyelamatan lingkungan dalam bidang pendidikan. Sekolah itu dibuka setiap hari Minggu bagi pelajar sekolah dasar dan  dikelola oleh Darwis dan rekan-rekan Pecinta Alam Bahari (PAB).

Baca Juga : Wisata Belanja ke Pekanbaru, Jangan Lewatkan Pasar Bawah Pekanbaru

Pesona alam yang dihadirkan oleh Kawasan Bandar Bakau Dumai ini tidak main-main. Pengunjung dapat mengeksplorasi setiap sudut hutan bakau melalui jembatan kayu yang melintang di sepanjang area. Pengunjung juga dapat menikmati sejuknya udara pesisir saat melintasi jembatan kayu Bandar Bakau ini. Terdapat dua puluh empat spesies mangrove di kawasan hutan bakau Dumai, salah satunya adalah bakau belukap yang saat ini begitu diperjuangkan oleh Darwis dan kawan-kawan untuk dilestarikan kembali.

Ekowisata Bandar Bakau Dumai, Jelajah Alam Sarat Pesan Edukasi 2

Belukap yang bernama latin Rhizophora Mucronata kini mulai mengalami kepunahan di sungai Dumai. Sungai Dumai merupakan sungai yang membelah kota Dumai menjadi bagian Barat dan Timur. Sungai ini juga melintas di kawasan Bandar Bakau Dumai, dan bermuara tepat di lautan Malaka yang berada tak jauh dari Bandar Bakau. Kepunahan yang nyaris dialami belukap disebabkan oleh eksploitasi bakau sebagai bahan baku arang. Bahkan dahulu tempat produksi arang berada tepat di Pangkalan Bunting di muara Sungai Dumai.

Hadirnya Agrowisata Bandar Bakau Dumai setidaknya menjadi oase bagi keringnya kesadaran masyarakat terhadap konservasi bakau, yang sejatinya bisa menahan laju abrasi suatu wilayah. Tak heran apabila kawasan ini dikunjungi oleh banyak wisatawan yang penasaran dengan bakau endemik khas Dumai dan aneka upaya konservasi yang tengah digalakkan oleh pengelola.

Baca Juga : Yuk Wisata Rohani Lewat Tradisi Petang Megang

Ekowisata Bandar Bakau Dumai, Jelajah Alam Sarat Pesan Edukasi 3

Pada pertengahan tahun 2005 silam hingga saat ini, total pengunjung Bandar Bakau Dumai bahkan telah mencapai enam digit angka. Jumlah yang cukup fantastis bagi kawasan konservasi potensi bahari, terutama yang berada di pesisir Sumatera. Bagi pengunjung yang tertarik mengikuti program penghijauan yang dilaksanakan rutin oleh pengelola, sangat disarankan untuk berkunjung ke kawasan Agrowisata Bandar Bakau Dumai. Selain itu, akan disediakan lokasi dan bibit penanaman bagi kelompok yang ingin melaksanakan kegiatan penanaman bakau bersama. Tentu sayang untuk dilewatkan, bukan?

Bagi Anda yang tengah merencanakan travelling ke Pekanbaru dan sekitarnya, kunjungi segera situs via.com untuk memperoleh berbagai kemudahan dalam menyiapkan akomodasi. Situs via.id menyediakan berbagai akomodasi seputar tiket penerbangan, kereta api, hotel dan penginapan serta paket wisata super terjangkau. Nikmati promo penerbangan ke Pekanbaru berupa potongan diskon terbang menggunakan maskapai Citilink sebesar 5% di situs via.id. Tunggu apalagi, segera rancang liburan Anda ke Pekanbaru dan sekitarnya hanya bersama via.com.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password