Cuman Bikin Sakit, 5 Ciri Toxic Relationship Ini Harus Kamu Hindari!

Ciri Toxic Relationship

Ohayo.co.id – Gelisah, galau dan merana jika kumpul jadi satu hanya akan membuat kita malas untuk beraktivitas. Bagaimana tidak? Rasa galau yang lebih besar tentu menghilangkan semangat kita sehari-hari. Salah satunya karena si dia, kan? Entah karena bertengkar atau bahkan putus hubungan sekalipun rasa galau dan sakit hati itu harus segera diatasi. Tiap orang memiliki caranya sendiri-sendiri. Ada dari mereka yang melampiaskan perasaan galaunya dengan marah dan menangis. Ada juga yang mengatasi rasa galaunya dengan berlibur. Kamu termasuk yang mana?

Ada banyak orang yang belum sadar bahwa hubungan yang mereka miliki sebenarnya hanya bikin sakit hati. Satu hal yang harus kita tahu adalah sebuah hubungan yang baik tentu membuat hati harusnya lebih tenang, bahagia dan tidak banyak cekcok di dalamnya. Hubungan yang sehat adalah mereka yang saling support dengan rasa sayang, kebebasan, rasa aman bahkan menghormati jika ada perbedaan. Kalau kamu sudah merasakan hal yang sebaliknya dari hubunganmu, bisa jadi kamu mengalami toxic relationship.

Sebuah hubungan yang tidak menyenangkan untuk diri sendiri bahkan untuk orang lain. Hubungan yang membuat seseorang merasa lebih buruk adalah toxic relationship. Mereka yang tak menyadari cenderung menutup diri dan merasa semua baik-baik saja. Padahal kalau kamu tahu bagaimana ciri dari toxic relationship tentu kamu bisa terbebas dari hubungan menyebalkan.

Ciri Toxic Relationship yang Bisa Kamu Hindari

Ciri Toxic Relationship
Image source: Shutterstock

1. Buruknya Komunikasi

Kalau kamu sudah merasakan komunikasi antara kamu dan pasangan memburuk maka bisa jadi hal ini adalah ciri toxic relationship. Sering berargumen dan pasnagan malah bersikap cuek maka tidak akan ada komunikasi yang terjalin. Padahal komunikasi merupakan kunci berhasilnya sebuah hubungan. Jika ada masalah tapi tak berusaha untuk memperbaikinya tetapi membiarkannya maka tunggu saja sebuah hubungan yang makin memburuk.

Baca juga : Terungkap, 3 Tips Hubungan Langgeng Tanpa Drama!

2. Seringnya Berbohong

Tak ada orang yang suka dibohongi. Apalagi ketika kamu menjalin sebuah hubungan serius dengan si dia. Kalau tak bisa jujur mana mungkin si dia bisa jujur padamu? Kalau ada sebuah masalah ataupun kesalahan, hubungan yang baik akan berusaha untuk menyelesaikan. Tetapi jika yang ada malah sebaliknya, hubungan tersebut sudah benar-benar di ujung tanduk. Berbohong satu sama lain hanya akan membuat diri kita sakit dan menderita. Padahal menjalin sebuah hubungan bertujuan mencari kebahagiaan, bukan?

3. Krisis Kepercayaan

Bersikap protektif pada si doi mungkin menjadi bentuk cintamu padanya. Tetapi jika dia sudah merasa begitu tertekan, bukankah kita harus introspeksi? Hubungan tanpa dasar rasa percaya tidak akan berlangsung lama. Kalau pasanganmu sudah terus menerus mempertanyakan hal yang sama yang tidak kamu lakukan itu artinya krisis kepercayaan. Baik kamu ataupun dia harusnya saling percaya untuk membawa hubungan menjadi lebih baik. Namun ketika salah satu pihak merasa terkekang maka terjadilah toxic relationship yang harusnya bisa dihindari.

Ciri Toxic Relationship
Image source: Shutterstock

4. Adanya Tipuan

Tipuan? Dalam sebuah hubungan ada tipuan? Padahal dasar dari hubungan yang harmonis adalah saling membahagiakan, percaya dan mendukung. Tetapi jika salah satu sudah sering merugikan tentu perlu dipertanyakan lagi. Dia yang hanya ingin memanfaatkanmu tanpa peduli perasaanmu maka hal ini sama saja dengan toxic realtionship. Sadari bahwa hubungan dengan segala intrik sangat tidak sehat. Apabila hubungan seperti ini berlanjut maka bersiaplah untuk terus menerus merasakan sakit hati. Tak mau, kan?

Baca juga : Tips Agar Hubungan Langgeng untuk Pasangan Gila Kerja

5. Bersikap Tak Sabar

Tak perlu memaksa pasangan untuk melakukan hal yang sebenarnya tak disukai. Cobalah untuk mendengarkan pendapatnya dan tidak mendominasi percakapan. Tetapi dalam toxic relationship pasangan akan menyuruh untuk melakukan sesuatu yang dia inginkan. Mungkin terdengar sah-sah saja tetapi jika yang terjadi adalah paksaan dan tidak sabaran? Kalau hal ini masih sering terjadi maka cobalah untuk introspeksi kembali bagaimana hubungan yang baik dan sehat itu. Toxic relationship adalah adanya sikap dominasi dan menyuruh terhadap pasangan.

Sebuah hubungan yang sehat adalah yang mampu membuat kita bahagia, menjadi pribadi yang baik. Sedangkan relationship merupakan hubungan dimana kondisi psikis kita merasakan sakit. Makin lama makin berantakan jika tak segera diatasi. Apabila perpisahan merupakan jalan untuk sama-sama sembuh, mengapa tak coba untuk dipikirkan? Meski ada pertimbangan yang harus dilakukan terlebih dahulu.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password