Bukan Kali Pertama Indonesia Berencana Pindah Ibukota

Bukan Kali Pertama Indonesia Berencana Pindah Ibukota - Ohayo.co.id

Ohayo.co.id – Dalam sejarah modern Indonesia, wacana pindah ibukota berkali-kali diperdengarkan kepada kita. Presiden Jokowi mengungkapkan rencana itu dalam rapat terbatas Tindak Lanjut Rencana Pemindahan Ibu Kota.

“Saya meyakini Insya Allah kalau dari awal kita persiapkan dengan baik maka gagasan besar ini akan bisa kita wujudkan,” kata Jokowi, sebagaimana dikutip oleh Merdeka.com.

Meski rencana pemindahan ibukota sudah digaungkan, namun sejumlah pengamat ekonomi mengatakan biayanya akan sangat besar untuk mewujudkan rencana tersebut. Meski begitu, Presiden Jokowi mengambil contoh kasus seperti Malaysia dan Brasil yang dalam sejarah pernah memindahkan ibukota lama ke ibukota baru.

Apapun alasannya, memindahkan ibukota ke luar Jakarta bukan wacana baru. Gagasan itu bahkan sudah muncul sejak sebelum Indonesia merdeka. Dalam rapat terbatas itu, Presiden Jokowi juga sempat mengungkap fakta bahwa gagasan pemindahan ibukota sudah muncul sejak era Presiden Soekarno.

Monas Jakarta - Bukan Kali Pertama Indonesia Berencana Pindah Ibukota - Ohayo.co.id

Rencana ibukota pindah dalam sejarah

Dimulai sejak era kolonial, wacana pemindahan ibukota memang tidak bisa dilepaskan dari sejarah Indonesia. Nah, berikut daftar wacana pemindahan ibukota yang pernah muncul di era kolonial.

  • Gubernur Jenderal Hindia Belanda Herman Willem Daendels (1808 – 1811) suatu kali pernah melontarkan keinginan memindahkan ibukota dari Batavia ke Surabaya. Dulu Daendels melontarkan rencana itu karena ingin membangun basis operasi militer yang lebih baik dibanding batavia. Tetapi rencananya akhirnya digagalkan kondisi. Pemindahan ibukota yang membutuhkan biaya besar dipandang tidak lebih krusial dibanding persiapan perang melawan Inggris – yang memang sudah membutuhkan biaya yang sangat besar.
  • Di awal abad ke 20, pemerintahan kolonial Hindia Belanda juga pernah mewacanakan pemindahan ibukota dari Batavia ke Bandung. Dalam pikiran orang-orang Belanda waktu itu, Batavia dianggap sebagai kota yang berpenyakit, panas, dan kotor. Rencana pemindahan ibukota ke Bandung juga didasari satu alasan lain: Batavia sudah dianggap tidak layak karena masalah banjir yang terus menerus terulang. Tetapi rencana itupun terbengkalai. Depresi ekonomi global pada akhir 1920-an membuat rencana itu tinggal sebagai rencana. Tak pernah terwujud.

Baca juga : 5 Spot Foto Instagramable di Jakarta Untuk Para Pecinta Foto

Istana Negara Indonesia - Bukan Kali Pertama Indonesia Berencana Pindah Ibukota - Ohayo.co.id

Kira-kira satu dekade setelah kemerdekaan, wacana pemindahan ibukota muncul kembali. Tidak hanya di era itu, wacana pemindahan ibukota pun terus digaungkan di era Presiden Indonesia setelah Soekarno.

  • Presiden Soekarno pernah menggagas pemindahan ibukota dari Jakarta ke Palangka Raya, Kalimantan Tengah, pada 1950-an. Tetapi sama seperti dua wacana pemindahan ibukota di zaman kolonial, ia tak pernah terwujud. Lewat Undang-Undang no. 10 tahun 1964, Soekarno sendiri yang akhirnya menetapkan Jakarta secara resmi sebagai ibukota negara.
  • Di era Soeharto, Jonggol sempat dipilih sebagai lokasi ibukota baru, meski tidak pernah terwujud juga. Pada 1997 muncul Keppres no. 1 yang mengatur Koordinasi Pengembangan Kawasan Jonggol. Sayang seribu sayang, rencana itu tak pernah terwujud karena krisis 1997-1998 ekonomi serta Soeharto keburu lengser.
  • Di Sulawesi Selatan terdapat kota Sidrap yang di masa Presiden BJ Habibie dimasukkan ke dalam pilihan pengganti ibukota negara. Dulu Sidrap diproyeksikan sebagai pusat pembangunan untuk kawasan timur Indonesia. Namun sayang pemindahan itu urung dilakukan.
  • Ketika menjabat sebagai Presiden, Susilo Bambang Yudhoyono sempat melontarkan wacana pemindahan ibukota ke Banyumas, Jawa Tengah. Bahkan Pemerintah Daerah Banyumas sempat menyiapkan Rencana Tata Ruang dan Tata Wilayah, karena Banyumas dianggap cocok untuk menggantikan Jakarta.

Baca juga : 5 Tempat Wisata di Sentul City Ini Mengubah Julukan Bogor Sebagai Kota Seribu Angkot

Begitu banyak rencana pindah ibukota yang sudah digaungkan pemimpin Indonesia sebelum Presiden Jokowi, tetapi semuanya belum sempat dilaksanakan. Jadinya rencana tinggal rencana.

Tapi kabarnya Presiden Jokowi dianggap menyeriusi rencana tersebut. Alasannya karena wacana itu sudah dibawa ke dalam rapat terbatas, yang berarti rencana itu kini sudah jadi rencana strategis.

Benar atau tidaknya, kita pastikan nanti.

0 Comments

    Leave a Comment

    Login

    Welcome! Login in to your account

    Remember me Lost your password?

    Lost Password