Semakin Tua, Semakin Sulit Capai Resolusi! Ini Alasannya!

Tradisi tahun baru tidak jauh-jauh dari pribadi yang baru dan target yang lebih tinggi pula. Tidak jarang, beberapa orang membuat resolusi yang akan menuntun mereka dalam mencapai target. Namun, tidak jarang pula yang melalui tahun baru seperti tahun-tahun sebelumnya alias yaudah sih jalanin aja seadanya. Ada satu hal unik terkait tercapainya resolusi dari setiap individu, yakni semakin tua, mayoritas manusia semakin sulit mencapai resolusi. Hal ini wajar terjadi, terlebih apabila harus berhadapan dengan kondisi yang rumit dan di luar dugaan. Agar tahun ini lebih terarah, lebih baik baca yuk alasan mengapa semakin tua, semakin sulit pula mencapai resolusi, sehingga kamu bisa belajar lebih banyak lagi.

Dunia dewasa memperkenalkan kita dengan berbagai jalan alternatif

Harus siap dengan berbagai kemungkinan (Foto: Unsplash)

Semakin dewasa, kita semakin dituntut bersikap fleksibel terhadap semua hal yang mungkin terjadi. Kadang kondisi tidak memungkinkan untuk berbuat banyak, misalnya kondisi finansial hingga kondisi fisik setiap individu membuat kita mulai bertindak lebih fleksibel. Tanpa harus diminta, kita menjadi lebih cepat dalam membuat rencana cadangan secara spontan. Banyak jalan menuju Roma. Tidak heran apabila resolusi yang disusun sejak awal tahun akan mengalami banyak perubahan signifikan, sejalan dengan hal-hal spontan yang terjadi dalam kehidupan.

Prioritas mulai melebar, bukan hanya soal diri sendiri, tapi mulai melibatkan orang lain, terlebih yang sudah berkeluarga

Prioritas hidup menjadikan resolusi terlihat lebih rumit (Foto: unsplash)

Kita bisa saja membuat daftar resolusi untuk diri sendiri, pasangan maupun keluarga. Namun semua itu tentu membutuhkan pemikiran yang jernih dan kesiapan mental dalam menghadapi kenyataan yang nantinya akan terjadi. Ketika tumbuh menjadi orang dewasa, prioritas kita akan berubah seiring berjalannya waktu. Bagi para lajang tentu menikmati waktu sendiri menjadi hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Sehingga pencapaian resolusi dapat dengan mudahnya direalisasikan. Namun bagaimana dengan yang sudah berkeluarga? Tentunya ada banyak hal yang jadi pertimbangan. Maka tak heran, bila semakin dewasa manusia, semakin sulit pula mencapai resolusi-resolusi yang dituliskannya di awal tahun baru.

Orang dewasa memang lekat dengan rutinitas yang nyaris sama, tidak heran bila kebosanan mungkin saja jadi tamu langganan tiap harinya, jadi resolusi bisa saja berubah semau hati

Rutinitas harian menjadikan evaluasi kehidupan tak lagi penting (Foto: Unsplash)

Karena kesibukan yang itu-itu saja, kita terkadang menjadi lebih mudah bosan ketimbang sebelum memasuki dunia orang dewasa. Tidak heran bila banyak rencana hidup yang berubah semau sendiri. Kadang tak ada banyak waktu untuk merancang dan mengevaluasi banyak hal, sehingga resolusi hanya tinggal resolusi. Maka dari itulah, apabila ingin konsisten mencapai resolusi yang dibuat di awal tahun, kita juga harus mampu mengatur waktu dengan baik. Selain itu, manajemen emosi dan stres semestinya jadi hal utama yang kita perhatikan dalam keseharian. Tidak ingin kan rencana yang sudah dibuat matang-matang harus berakhir dengan status wacana belaka?

Semakin tua umat manusia, yang menjadi fokus justru hasil yang terlihat nyata. Bentuk rencana dan upaya yang mendewasakan jadi nomor sekian dan bukan prioritas utama

Ah, yaudah lah ya? Yang penting, sudah usaha (Foto: Unsplash)

Siapa yang setuju dengan pernyataan di atas? Banyak orang dewasa beranggapan bahwa sukses tidak diukur dari seberapa baiknya perencanaan. Namun, lebih kepada proses untuk mencapai titik tertentu dan hasil yang terlihat nyata. Hal ini tidak sepenuhnya salah kok. Karena memang keadaan lah yang seringkali menuntut kita untuk lebih fokus kepada hasil, ketimbang rencana atau perancangan. Kadang resolusi juga hanya dianggap sebagai pengingat bagi sebagian orang, untuk mengukur sudah sejauh apa berupaya dan hasil apa yang telah diperoleh selama ini. Tapi bukan berarti bebas dari pelanggaran ya, terutama untuk rencana menabung atau yang berhubungan dengan finansial. Walau terkesan sepele, kehadiran resolusi tahunan perlu juga dipertimbangkan ya.

 

Dari empat hal di atas, biasanya yang paling memengaruhi ketercapaian resolusi adalah kondisi atau keadaan setiap manusia. Manusia bisa saja merencanakan suatu hal, tapi mereka tidak bisa mengelak kondisi. Misalnya, saat merancang perjalanan ke luar negeri di tahun ini, apabila mengalami sakit parah, tentu resolusi akan dikesampingkan dan memilih jalan lain, misalnya mengalihkan perjalanan ke tahun berikutnya.

Dunia dewasa memang lekat dengan kejutan tak terduga. Oleh karena itu, sebagai seseorang yang menjalaninya dengan penuh semangat, tugas kita adalah mengerahkan segenap fokus sembari menikmati sisa hidup. Rengkuh selalu keluarga dan sahabat terdekat, serta lakukan apa yang ingin dilakukan dengan mempertimbangkan banyak hal, seperti norma dan kondisi lingkungan sekitar ya.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password