Capai Kesempurnaan Saat Hari Raya Nyepi? Patuhi 4 Aturan ini!

Capai Kesempurnaan Saat Hari Raya Nyepi Patuhi 4 Aturan ini - Ohayo.co.id

Ohayo.co.id – Pada tanggal 7 Maret nanti merupakan hari yang paling dinantikan seluruh umat Hindu di Indonesia. Karena pada tanggal tersebut bertepatan dengan peringatan Hari Raya Nyepi. Hari Raya Nyepi atau biasa disebut dengan ‘Nyepi’ merupakan perayaan pergantian tahun untuk umat Hindu. Hari Raya Nyepi dirayakan berdasarkan penanggalan/kalender Saka yang dimulai sejak 78 Masehi.

Nyepi berasal dari kata ‘sepi’ yang memiliki arti yaitu sunyi, senyap, atau lengang tidak ada kegiatan. Sehingga pada puncak Hari Raya Nyepi yaitu pada tanggal 1 sasih Kedasa tahun Saka, tidak ada satupun kegiatan masyarakat yang berlangsung. Kegiatan seperti bekerja, bepergian, termasuk pelayanan umum di bandara internasional juga tutup selama Nyepi, kecuali untuk rumah sakit. Hal ini dikarenakan, tujuan pelaksanaan Hari Raya Nyepi adalah untuk memohon ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa untuk menyucikan Buana Alit (alam manusia) dan Buana Agung (alam semesta).

Bagi teman-teman yang sudah tahu tentang Nyepi, atau yang pernah berlibur ke Bali saat Nyepi, tentu sangat tahu perbedaan perayaan hari raya umat Hindu ini dengan hari raya umat lain. Terlepas dari upacara-upacara yang dilaksanakan menjelang hari utama, mematikan lampu dan berdiam diri di dalam rumah saat Nyepi berlangsung, merupakan hal yang menjadi ciri khas umat Hindu yang sedang melaksanakan ibadah Nyepi.

Akan tetapi selain hal-hal di atas, ada juga beberapa hal yang harus dipatuhi, terutama bagi umat yang melaksanakan. Nah berikut ini merupakan aturan peribadatan yang perlu dilakukan oleh umat Hindu saat hari raya Nyepi berlangsung.

Amati Geni

Amati Geni - Capai Kesempurnaan Saat Hari Raya Nyepi Patuhi 4 Aturan ini - Ohayo.co.id
Saat hari raya Nyepi, umat Hindu dilarang menyalakan api (Foto: Pixabay)

Amati geni atau juga berarti tidak boleh menyalakan atau menggunakan api, merupakan larangan pertama saat pelaksanaan Nyepi. Api yang dimaksud di sini selain api yang digunakan untuk sehari-hari, juga merupakan api yang berasal dari dalam diri, seperti kemarahan, iri dengki, dan pikiran buruk.

Hal ini dikarenakan sebagai umat beragama, untuk menjadi pribadi yang lebih baik tentu kita tidak boleh sampai terbawa atau dikendalikan oleh hawa nafsu. Maka dari itu saat perayaan hari Nyepi tiba, mematikan api dalam diri merupakan hal yang penting dilakukan untuk menyambut tahun baru agar menjadi pribadi yang lebih baik.

Baca juga : Upacara Melasti, Bentuk Penyucian Diri Jelang Nyepi, Ini Detail Prosesinya

Amati Karya

Amati Karya - Capai Kesempurnaan Saat Hari Raya Nyepi Patuhi 4 Aturan ini - Ohayo.co.id
Aktivitas keseharian seperti bekerja menjadi satu hal yang harus ‘diliburkan’ saat perayaan hari raya Nyepi tiba (Foto: Pixabay)

Amati karya atau berarti tidak boleh bekerja, merupakan aturan yang harus dipatuhi selanjutnya. Saat hari Nyepi tiba, umat yang melaksanakan Nyepi tidak boleh melaksanakan aktivitas apapun di luar rumah. Aktivitas berupa bekerja, bepergian, berbelanja, dan juga berkunjung, tidak boleh dilakukan pada saat pelaksanaan Nyepi.

Selain umat yang menjalankan, di Bali, para wisatawan yang sedang berkunjung juga tidak boleh terlihat berlalu lalang di luar penginapan. Bagi umat Hindu, hal ini dilakukan sebagai momentum untuk refleksi diri. Hari raya Nyepi dianggap sebagai waktu untuk perbaikan diri atas kesalahan-kesalahan yang diperbuat selama ini.

Amati Lelungan

Amati Lelungan - Capai Kesempurnaan Saat Hari Raya Nyepi Patuhi 4 Aturan ini - Ohayo.co.id
Umat Hindu juga perlu menahan diri untuk bepergian saat hari raya Nyepi (Foto: Pixabay)

Amati lelungan memiliki arti lebih dari sekedar ‘tidak bepergian’. Bagi umat Hindu sendiri, aturan ini berarti sebagai bentuk permintamaafan terhadap bumi pertiwi. Hal ini dikarenakan setiap hari selama hidup, manusia terus berlalu-lalang di dunia. Mengganggu ketenteraman alam, kadang pula mengotori bahkan juga merusak alam.

Maka dari itu, melalui amati lelungan ini diharapkan manusia dapat memperbaiki diri sendiri, sehingga selanjutnya bisa menjaga alam dengan lebih baik lagi.

Baca juga : Wah! Inilah Sejarah Hari Nyepi yang Perlu Kita Ketahui

Amati Lelanguan

Amati Lelanguan - Capai Kesempurnaan Saat Hari Raya Nyepi Patuhi 4 Aturan ini - Ohayo.co.id
Pada hari raya Nyepi, umat Hindu diminta untuk meninggalkan kesenangan dunia sementara waktu (Foto: Pexels)

Aturan yang terakhir ini memiliki arti tidak boleh bersenang-senang. Bersenang-senang yang dimaksud adalah segala bentuk kesenangan duniawi harus kita tinggalkan saat melaksanakan Nyepi. Meninggalkan segala bentuk kesenangan merupakan suatu pengorbanan yang harus dilakukan untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Selain itu terlalu terlarut dalam kesenangan dapat membuat manusia lupa akan tujuan hidup di dunia, yaitu kembali kepada Tuhan.

Nah itu dia hal-hal yang perlu dilakukan saat perayaan Nyepi berlangsung. Sudah sewajarnya kita sebagai umat beragama saling menghargai satu sama lain demi #merayakankeberagaman. Dengan mengetahui lebih dalam mengenai aturan selama hari raya Nyepi, diharapkan kita bisa semakin meningkatkan toleransi terhadap umat agama lain. Yuk ceritakan bagaimana pengalamanmu selama mengisi hari raya Nyepi di kolom komentar!

(ohayo.co.id - #rayakankeberagaman)
Penulis: Nada Nado
Editor: Fitria Yusrifa

0 Comments

    Leave a Comment

    Login

    Welcome! Login in to your account

    Remember me Lost your password?

    Lost Password