Upacara Melasti, Bentuk Penyucian Diri Jelang Nyepi, Ini Detail Prosesinya

Ohayo.co.id – Menyambut tahun baru Saka yang jatuh pada bulan Maret 2019, seluruh umat Hindu terutama di pulau Bali menggelar upacara Melasti untuk menyucikan diri dan lingkungan sekitarnya. Hal tersebut dilakukan sebagai persiapan sebelum memulai kehidupan dengan awal yang suci saat hari raya Nyepi. Inti utama dari upacara Melasti adalah untuk “nganyudang malaning gumi ngamet tirta amerta” yang artinya menghanyutkan kotoran alam dengan air kehidupan. Air kehidupan (tirta amerta) yang dimaksud di sini adalah sumber-sumber air seperti danau dan laut. Berikut ini adalah hal-hal yang perlu diketahui dalam pelaksanaan upacara Melasti.

1. Waktu diadakannya Upacara Melasti adalah 2 hingga 4 hari sebelum Nyepi

Waktu diadakannya Upacara Melasti adalah 2 hingga 4 hari sebelum Nyepi - Upacara Melasti, Bentuk Penyucian Diri Jelang Nyepi, Ini Detail Prosesinya - Ohayo.co.id
Upacara Melasti dilaksanakan pada bulan kesembilan dalam tahun Saka (Foto: beritagar com)

Upacara Melasti diadakan setahun sekali sekitar 2 sampai 4 hari menjelang hari raya Nyepi dan dilaksanakan pada tilem, sasih kesanga (bulan kesembilan). Pada saat upacara Melasti dilaksanakan, diharapkan para wisatawan yang sedang berlibur ke Bali bisa menghormati ritual ketika sedang berlangsung. Hal yang bisa dilakukan misalnya dengan tidak membunyikan klakson berlebihan, karena saat acara berlangsung perjalanan akan sedikit tertunda.

Saat upacara berlangsung wisatawan asing atau non-Hindu dapat mengikuti prosesi sebagai bentuk rasa hormat, namun harus memenuhi syarat seperti jiwa yang bersih pikiran buruk, jiwa yang tulus dan wanita yang sedang berhalangan tidak boleh mengikuti prosesi. Upacara Melasti sangat penting dilakukan sebelum hari raya Nyepi untuk membersihkan perasaan dan hati, sehingga umat Hindu dapat melaksanakan hari raya Nyepi dengan sempurna.

Baca juga : 7 Wisata Air Terjun di Bali Paling Indah dan Mempesona

2. Prosesi upacara Melasti kental dengan nuansa intropeksi diri dan penghambaan kepada Sang Hyang Widhi

Prosesi upacara Melasti kental dengan nuansa intropeksi diri dan penghambaan kepada Sang Hyang Widhi - Upacara Melasti, Bentuk Penyucian Diri Jelang Nyepi, Ini Detail Prosesinya - Ohayo.co.id
Iring-iringan ritual Melasti menuju pantai (Foto: Instagram/@greenhabitbali)

Upacara Melasti selalu diadakan di tepi pantai atau tepi danau, misalnya umat Hindu di Bali, akan melaksanakan upacara Melasti di tepi pantai. Saat melaksanakan upacara Melasti, masyarakat menuju ke tepi pantai atau danau secara berkelompok atau rombongan. Masing-masing kelompok berasal dari salah satu wilayah atau desa yang sama.

Setiap kelompok datang dengan membawa semua peralatan upacara dan simbol dewa (pratima) berupa keris, tombak, umbul-umbul, patung (arca), pralingga dan barong. Selain itu, saat upacara Melasti seluruh umat Hindu yang mengikuti upacara akan mengenakan pakaian dan aksesori berwarna putih sebagai simbol kemurnian dan kesucian.

Begitu tiba di tepi pantai setiap kelompok meletakkan peralatan upacara dan simbol dewa di meja yang telah disediakan di tepi laut atau danau dengan posisi membelakangi sumber air. Selanjutnya, semua rombongan duduk bersila menghadap peralatan upacara, simbol dewa dan sumber air. Setelah semua siap, pemangku atau pemuka agama akan memimpin jalannya upacara Melasti.

Saat upacara berlangsung, pemangku akan berkeliling dan memercikkan air kepada warga yang hadir serta peralatan upacara dan menebarkan asap dupa sebagai wujud penyucian diri. Setelah upacara Melasti selesai, peralatan upacara dan simbol dewa akan diarak menuju Balai Agung Pura Desa yang nantinya akan digunakan untuk ritual lain sebelum hari raya Nyepi.

Baca juga : Keren, Ini 3 Festival Bali Jelang Nyepi yang Sarat Nilai Seni dan Budaya

3. Tujuan dan makna upacara Melasti adalah memurnikan dunia dalam diri dan alam semesta yang melingkupi kehidupan manusia

upacara Melasti adalah memurnikan dunia dalam diri dan alam semesta - Upacara Melasti, Bentuk Penyucian Diri Jelang Nyepi, Ini Detail Prosesinya - Ohayo.co.id
Melasti dianggap sebagai langkah penyucian diri sebelum memasuki Tahun Baru Saka (Foto: Instagram/@villagiliikona)

Tujuan dari Upacara Melasti adalah memurnikan Bhuana Alit (dunia kecil atau mikrokosmos) dan Bhuana Agung (alam semesta) dari hal-hal buruk seperti pengaruh, perbuatan, dan pikiran buruk. Bhuana Alit dianggap sebagai hati atau jiwa setiap individu yang hidup di dunia ini. Sedangkan Bhuana Agung adalah jagat raya yang ditinggali individu-individu tersebut.

Upacara Melasti dilaksanakan untuk mengingatkan umat Hindu terhadap pentingnya menyucikan diri dan alam semesta agar selamat dan terhindar dari hal-hal buruk. Do’a yang dipanjatkan dalam upacara Melasti adalah meningkatkan sraddha dan hakti pada para Dewa dengan menghanyutkan hal-hal buruk, menghilangkan papa klesa (terbelenggu oleh indra) dan mencegah kerusakan alam.

Nah, itulah fakta mengenai upacara Melasti yang perlu kita ketahui. Sebagai warga Indonesia yang baik, sudah sepatutnya kita turut #merayakankeberagaman dengan turut menjaga ketenangan selama Nyepi berlangsung. Selain mampu membangkitkan nilai toleransi, hal ini juga sebagai wujud penghormatan terhadap komponen penyusun kehidupan yang ada di sekitar kita.

(ohayo.co.id - #rayakankeberagaman)
Penulis: Mei Candra Kartikasari
Editor: Fitria Yusrifa

0 Comments

    Leave a Comment

    Login

    Welcome! Login in to your account

    Remember me Lost your password?

    Lost Password