15 Pantun Cinta buat Pacar dan Kilas Sejarahnya di Indonesia

15 Pantun Cinta buat Pacar dan Sejarahnya

Ohayo.co.id – Jika zaman dahulu pantun cinta buat pacar salah satu seni bicara yang bisa menghangatkan suasana, apakah di era digital seperti sekarang ini pantun masih bisa menghangatkan perbincangan antara dua insan yang tengah kasmaran?

Pantun merupakan salah satu budaya melayu, kata ‘pantun’ sendiri berasal dari bahasa Minang ‘patuntun’, memiliki padanan kata dalam bahasa Jawa ‘parik’, bahasa Sunda ‘paparikan’, bahasa Batak ‘umpasa’ yang memiliki arti peribahasa.

Sebenarnya ada banyak pendapat mengenai sejarah asal mula kata pantun ini. Misalnya, menurut Dr. R. Brandstetter menjelaskan bahwa akar dari kata pantun adalah ‘tun’ yang berasal dari bahasa Nusantara. Ditemukan dalam bahasa bahasa Toba kata ‘pantun’ berarti kesopanan, dalam bahasa Pampanga ada kata ‘tuntun’ yang berarti teratur, dalam bahasa Tagalog ada kata ‘tonton’ yang berarti berbicara dengan aturan tertentu.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pantun adalah salah satu bentuk puisi yang biasanya memiliki empat baris (dengan pola a-b-a-b), empat kata dalam satu larik, sampiran pada baris pertama dan kedua, isi pada baris ketiga dan keempat.

15 Pantun Cinta buat Pacar dan Kilas Sejarah Pantun di Indonesia

Orang yang pertama kali menggunakan pantun ini adalah Haji Ibrahim Datuk Kaya Muda Riau, seorang ahli sastra pada zaman kerajaan Ali Haji. Bait pantun pertama tersebut bertajuk ‘Perhimpunan Pantun-Pantun Melayu’ yang menjadi salah satu aliran pantun yang cukup eksis hingga zaman sekarang.

Sepertinya kamu pernah kan membaca puisi jadul yang memiliki rima beraturan antara bait satu dengan yang lainnya. Seiring berjalannya waktu, puisi semakin berkembang dan rima tidak lagi menjadi salah satu aturan baku dalam puisi (bukan pantun).

Puisi dikenal lebih bebas pada era angkatan ’45 dengan salah satu tokohnya yang monumental adalah Chairil Anwar. Beberapa karyanya yang paling terkenal adalah ‘Deru Campur Debu’, ‘Kerikil-Kerikil Tajam dan yang Terhempas dan yang Putus’, ‘Tiga Menguak Takdir’ diciptakan pada tahun 1949-1950.

Meski dianggap lawas, kalimat berima ini masih ditemukan di berbagai acara televisi. Misalnya, Najwa Shihab sebagai pemandu acara di salah satu stasiun televisi biasanya membuka dan menutup acara dengan beberapa kalimat yang memiliki aturan rima untuk memberi kesan tersendiri pada pemirsa yang mendengarkannya. Atau acara lainnya yang bergenre komedi, biasanya pantun cukup berhasil menghibur para penonton.

Baca juga: Kata-Kata Menjadi Diri Sendiri dari Tokoh-Tokoh Dunia

15 Pantun Cinta buat Pacar Paling Baru

15 Pantun Cinta buat Pacar dan Kilas Sejarah Pantun di Indonesia

Rasanya pahit minum jamu

Rasanya kecut makan tomat

Aku benar-benar sayang kamu

Seperti orang gemuk yang suka coklat

 

Pamanku jadi TNI AU

Bapakku kerja di peternakan

Tiga saja yang wanita mau

Makanan, minuman dan pujian

 

Jemur baju masih basah

Sudah kering dirapikan

Kamu emang bikin aku susah

Susah dilupakan tak tergantikan

 

Duduk-duduk di ruang tamu

Nonton TV sambil potong kuku

Segemuk apapun kamu

Tetap muat kok di hatiku

 

Ibu bikin sambel terasi

Ayah lagi bikin jamu

Apel Newton jatuh karena gravitasi

Aku jatuh cinta karena kamu

 

Bapak di sawah lagi panen

Adik sekolah supaya pandai

Hari Minggu itu week end

Hari-hariku mencintiamu will never die

 

Simpan obeng dalam bagasi

Simpan buku dalam tasmu

Aku rela ditangkap polisi

Jika dituduh mencuri hatimu

 

Bahasa jawanya lama itu sue

Bahasa Sundanya lamunan itu angen-angen

Memang sih kamu gak bisa bikin kue

Tapi bisa bikin aku kangen

 

Kirim kado buat ibu

Isinya cuman lusinan peniti

Kalau angkot jauh dekat tiga ribu

Kalau kamu jauh di mata dekat di hati

 

Main layangan lupa gak pakek topi

Layangan putus kebablasan

Kalau sendok ngaduk kopi

Kalu kamu ngaduk perasaan

 

Ke mall beli kaca mata

Ke pasar beli jamu

Aku memang ditakdirkan buta

Buta melihat wanita lain selain dirimu

 

Pulang sekolah ke rumah Si Irma

Di rumahnya lagi banyak tamu

Maaf aku gak bisa ikut buka bersama

Tapi aku bisa hidup selamanya bersamamu

 

Bapak lagi bangun rumah Pak Kadir

Aku disuruh bawain paku

Menjadi temanmu mungkin adalah takdir

Tapi mencintaimu di luar kendaliku

 

Keturunan raja gelarnya raden

Dihormati abdi dalem juga para tamu

Dulu cita-citaku ingin jadi presiden

Sekarang cita-citaku cuman ingin jadi suamimu

Baca juga: Kata Romantis untuk Pacar Terbaru dalam 5 Suasana yang Berbeda

Sepertinya pantun memang tak ada matinya, meskipun terbilang lawas kenyataannya masih banyak kalangan remaja yang sering menggunakannya sebagai penghangat percakapan khususnya antara pasangan kekasih. Jika masih dirasa kurang, pada artikel sebelumnya dicantumkan kata-kata rindu pacar dari para filsuf dan tokoh dunia. Mudah-mudahan pantun cinta buat pacar di atas bisa membantu kamu PDKT sama doi!

0 Comments

    Leave a Comment

    Login

    Welcome! Login in to your account

    Remember me Lost your password?

    Lost Password