Lagi-Lagi USBN Diwarnai Bocornya Soal Ujian

Soal Ujian USBN Bocor

Ohayo.co.id – Seperti ujian nasional pada tahun-tahun sebelumya, Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) tahun ini juga diwarnai bocornya soal ujian. Dugaan kebocoran soal ujian ini bahkan muncul di beberapa daerah di Indonesia.

Salah satu dugaan dilaporkan oleh Wakil Kepala Humas SMAN 1 Kudus, Zubaidi. Berdasarkan keterangannya, bocoran soal beredar melalui pesan instan di aplikasi Whatsapp. Bocoran soal ini mulai beredar sejak Minggu (19/3/2017) malam dalam format pdf.

Sementara itu, di DKI Jakarta juga ada dugaan bocornya soal USBN tingkat SMA. Soal USBN untuk mata pelajaran pendidikan agama Islam diduga mengalami kebocoran dan disebarkan melalui Whatsapp.

Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemdikbud, Hamid Muhammad, sangat menyayangkan jika dugaan kebocoran ini memang benar. Pasalnya, penyelenggaraan USBN merupakan wujud kepercayaan yang diberikan pemerintah kepada guru. Kebocoran soal ini bisa mencederai kepercayaan terhadap para guru.

USBN : Kewenangan Guru Lebih Besar

USBN ini berbeda dengan UN (Ujian Nasional) di tahun-tahun sebelumnya. Guru memiliki kewenangan untuk mengevaluasi dan menentukan kelulusan murid-muridnya. Soal-soal USBN disusun oleh para guru yang tergabung dalam kelompok musyawarah guru mata pelajaran (MGMP).

Pemerintah pusat hanya menitipkan soal sebesar 20 hingga 25 persen dari soal keseluruhan. Soal-soal ini dijadikan acuan dan disatukan dengan soal yang dibuat oleh MGMP di setiap daerah.

Baca juga : Inilah Pesan dan Kesan Raja Salman Saat Berkunjung ke Indonesia

Pemberian wewenang ini dilakukan agar soal ujian yang dibuat tidak melampaui apa yang telah diajarkan guru kepada siswanya di sekolah masing-masing. Dengan adanya kebocoran ini, Hamid mengira permasalahan selama ini ada pada integritas.

Selain itu, bocornya soal ujian juga berdampak buruk pada pengukuran kemampuan siswa yang sebenarnya. Pemetaan siswa tak bisa tepat karena hasil belajar masing-masing siswa tak bisa direfleksikan secara baik melalui USBN.

Hamid sendiri berjanji akan melakukan tindak lanjut pada laporan mengenai kebocoran soal USBN ini. Jika terbukti, pihak yang terbukti bersalah akan diberi sanksi. Inspektur jenderal akan melakukan pengawasan dan assesment terhadap kasus ini.

Menurut Kepala Pusat Penilaian Pendidikan Kemdikbud, Nizam, tanggung jawab pelaksanaan USBN berada sepenuhnya di bawah sekolah masing-masing. Proses pembinaan langsung terhadap setiap sekolah dilakukan di dinas kota, kabupaten, dan provinsi masing-masing. Sehingga nantinya sanksi disesuaikan dengan aturan masing-masing daerah.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, sempat mengatakan bahwa ia ingin praktik kecurangan pada pelaksanaan USBN bisa diminimalisasi oleh setiap sekolah. Makanya, dikembalikannya evaluasi belajar siswa terhadap guru menjadi pertaruhan bagi para guru untuk menggelar USBN yang terpercaya dan bebas dari praktik kecurangan.

Sungguh sangat disayangkan, ya. Pendidikan yang seharusnya menjunjung tinggi moral dan etika, justru dinodai oleh kebocoran soal ini. Semoga praktik kecurangan ini tidak terulangi dan pendidikan di Indonesia menjadi lebih baik ke depannya.

Baca juga : Tahun 2017, Manggarai Masih Saja Tawuran

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password