10 Tanda Jatuh Cinta Berdasarkan Sains

10 Tanda Jatuh Cinta Berdasarkan Sains

Tidak bisa mengusir si dia dari pikiran Anda? Mengkhayalkan semua hal tentangnya, masa depan bersamanya? Benarkah itu tanda Anda sedang jatuh cinta?

Faktanya, sains telah mengungkapkan secara jelas apa itu artinya ‘jatuh cinta’.

Para ilmuwan menyebutkan bahwa otak orang yang sedang jatuh cinta terlihat sangat berbeda dengan sekedar nafsu.

Aktivitas otak juga berbeda pada mereka yang sedang dimabuk asmara dengan orang yang sudah terikat komitmen dalam hubungan jangka panjang.

Intinya, otak manusia ketika sedang fase jatuh cinta sangat unik.

Ketahui apa saja tanda Anda memang jatuh cinta, menurut sains :

1. Istimewa

Saat Anda sedang kasmaran, Anda akan merasa orang yang dikasihi istimewa. Keyakinan tersebut muncul berpasangan dengan ketidakmampuan merasa romantis dengan orang lain. Hal ini terjadi karena peningkatkan level dopamin, hormon yang salah satu fungsinya mengatur perhatian dan fokus, di otak.

2. Sempurna

Orang yang dibutakan oleh cinta akan fokus pada hal-hal positif dalam diri orang yang dicintainya. Ia juga akan lebih mengingat pengalaman atau objek yang punya kaitan dengan orang yang dicintainya. Fokus perhatian tersebut juga disebabkan oleh peningkatkan hormon dopamin.

3. Kacau

Mungkin Anda pernah mengalaminya, mencintai membuat dunia jungkir balik, kacau! Ketidakstabilan emosi dan fisiologi saat kasmaran dapat membuat kita mengalami eforia, merasa sangat berenergi, susah tidur, tak nafsu makan, dan juga kecemasan dan panik, bahkan menderita jika hubungan dengan si dia sedikit terganggu.

Mood swing yang dialami orang yang jatuh cinta itu mirip dengan perilaku pecandu narkoba. Dalam penelitian, orang yang sedang kasmaran ketika ditunjukkan foto kekasihnya, area otak tertentu akan aktif, sama seperti pengguna narkoba saat diberi narkoba. Jatuh cinta, boleh dibilang adalah salah satu bentuk kecanduan.

4. Kesulitan bisa mempererat

Menghadapi rintangan bersama dengan orang yang kita cintai akan meningkatkan ketertarikan dan perasaan romantik. Dopamin di otak mungkin berperan dalam reaksi tersebut.

5. Obsesi

Orang yang sedang dimabuk cinta menghabiskan lebih dari 85 persen waktu mereka untuk merenungkan “cintanya”. Perilaku obesesif tersebut kemungkinan dipicu oleh penurunan serotonin di otak.

6. Selalu ingin bersama

Jatuh cinta akan menimbulkan tanda-tanda ketergantungan emosi pada hubungannya, termasuk posesif, cemburu, takut ditolak, serta kecemasan jika berpisah. Mereka juga akan berusaha mencari cara agar bisa terus dekat dan berangan-angan selalu bersama.

7. Rela berkorban

Cinta bisa menghasilkan perasaan siap melakukan apa pun demi orang yang dikasihi, merasa kesulitan yang dialami orang tersebut sebagai masalahnya juga, dan rela menantang bahaya.

8. Mengubah diri

Tanda khas dari seseorang yang sedang kasmaran adalah kecenderungan kita mengubah kebiasaan, cara berpakaian, atau perilaku lainnya agar kita bisa tampak sempurna di mata orang terkasih.

9. Bukan hanya seks

Walau dorongan untuk melakukan aktivitas seksual penting pada pasangan yang sedang kasmaran, akan tetapi kebutuhan akan keintiman emosional dirasa lebih penting.

10. Kehilangan kendali diri

Orang-orang yang sedang jatuh cinta kerap merasakan hilangnya kendali diri.

Sayangnya, jatuh cinta biasanya tidak bertahan selamanya. Walau dianggap “berjuta rasanya”, namun jatuh cinta adalah fase yang tidak permanen dan akan berevolusi menjadi hubungan jangka panjang dan tidak lagi bergantung secara emosional.

Jika muncul penghalang jarak dan sosial sehingga kita tidak bisa sering bertemu orang yang dikasihi, masa fase jatuh cinta itu biasanya akan memudar.

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password